Senin, 22 Jul 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Disambar KA Rapih Dhoho, Warga Desa Barongsawahan Tewas

08 April 2019, 15: 02: 50 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Petugas mengumpulkan barang-barang milik korban yang berserakan di atas rel usai ditabrak kereta.

Petugas mengumpulkan barang-barang milik korban yang berserakan di atas rel usai ditabrak kereta. (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Lagi perlintasan kereta tak berpalang pintu di Jombang memakan korban. Kali ini korbannya, Nasrul Muksinin, 38, warga Dusun Barong, Desa Barongsawahan, Kecamatan Bandarkedungmulyo tewas setelah motornya disambar kereta api Dhoho jurusan Surabaya-Blitar. 

Akibat kejadian, tubuh korban terseret sekitar seratus meter dari titik perlintasan. ”Sampai sekarang petugas masih berusaha mengevakuasi jasad korban. Kondisinya mengalami luka parah, terseret hampir sekitar 100 meter dari titik perlintasan,” terang Kapolsek  Bandarkedungmulyo AKP Darmaji, kemarin.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.45. Saat itu, korban mengendarai motor Honda Astrea Prima nopol S 6149 ZK hendak pulang ke rumah di wilayah Desa Barongsawahan. Nahas, saat melintas di perlintasan kereta tak berpalang di Dusun/Desa Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo, bersamaan melaju Kereta Api Dhoho 421 berjalan dari timur. 

Tak menyadari datangnya kereta, korban terus melajukan motornya dari arah utara ke selatan tanpa menggubris bunyi klakson peringatan dari masinis kereta. ”Padahal masinis kereta sudah berkali-kali membunyikan klakson peringatan, tapi korban tetap saja memaksa menyeberang,” bebernya.

Karena jarak terlalu dekat, benturan keras pun tak bisa terhindarkan. Seketika motor korban terseret hingga   800 meter dari titik perlintasan, termasuk tubuh korban terseret hampir seratus meter.

Mengetahui kejadian itu, warga sekitar segera berdatangan ke lokasi dan menghubungi polisi. Dibantu warga, petugas gabungan Polsek Bandarkedungmulyo dan Satlantas Polres Jombang mengevakuasi  tubuh korban ke RSUD Jombang. Sementara motornya diamankan petugas ke kantor Satlantas Polres Jombang. ”Dugaan awal, korban saat menyeberang kurang hat-hati, lebih-labih pintu perlintasan kereta tak berpalang,” singkat Darmaji. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia