Selasa, 19 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Gus Solah Undang Kiai Pendukung Paslon, Sepakat Pilpres Harus Kondusif

08 April 2019, 14: 43: 23 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sejumlah kiai pendukung pasangan Pilpres dari berbagai daerah Di Jatim berkumpul di Ponpes Tebuireng kemarin.

Sejumlah kiai pendukung pasangan Pilpres dari berbagai daerah Di Jatim berkumpul di Ponpes Tebuireng kemarin. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Sejumlah kiai  pendukung pasangan calon 01 Jokowi-Makruf Amin dan pasangan calon 02 Prabowo-Sandi mengikuti pertemuan terbatas di Ponpes Tebuireng, kemarin (7/4). Para kiai sepakat perhelatan Pilpres 2019 berlangsung damai tanpa perpecahan. 

Pertemuan yang berlangsung pukul 10.00 itu diikuti sejumlah kiai dari berbagai daerah di Jatim. Diantaranya, Habib Soleh Al Jafri, KH Salahuddin Wahid (pengasuh Pesantren Tebuireng), KH Mahfudz Syaubari (Pondok Pesantren Rijalul Jannah Pacet Mojokerto), Prof Salman Suprayugo, serta puluhan kiai pendukung kedua paslon dari Madura, Gresik, Tuban, Malang dan wilayah Jatim lainnya.  

Usai pertemuan yang berjalan hampir dua jam itu, akhirnya para kiai keluar ruangan. Gus Sholah menjelaskan pertemuan yang dikemas dalam agenda halaqah kebangsaan itu atas inisiasi pihaknya bersama kiai sepuh lainnya. ’’Kami berniat mengundang kiai kiai pendukung pasangan palon pilpres nomor 1 dan 2. Tujuannya, untuk mempereratkan silaturahmi,’’ ujar dia kepada sejumlah wartawan. 

Dia menegaskan, meskipun saat ini situasi pilpres kian memanas. Namun disepakati tidak membuat persatuan dan kesatuan bangsa terpecah. Apalagi, menimbulkan pergesekan yang berkepanjangan. ’’Setelah pilpres, kita bersatu kembali,’’ terangnya. 

Menurut dia, Tuhan sudah menentukan siapa yang akan menang menjadi Presiden RI ke depan. Hanya, pihaknya tak tahu. Semua sudah ditakdirkan Tuhan. ’’Allah  sudah menentukan siapa yang akan memimpin Indonesia. Kita tidak tahu siapa yang akan memimpin nanti, jadi tadi kita sampaikan. Tidak apa-apa sekarang mendukung, tapi nanti setelah pilpres selesai semua kembali bersatu,’’ jelasnya.

Dia berharap, dalam pilpres nanti tidak ada gesekan. Berjalan kondusif dan tidak ada politik uang. ’’Harapan kiai aman tidak ada gesekan, serta bebas dari politik uang,’’ pungkasnya. 

Terpisah, KH. Mahfudz Sobari, pengasuh Pondok Pesantren Rijalul Jannah Pacet Mojokerto, berharap dari pertemuan itu para kiai dan ulama bisa tetap kompak dan utuh menjaga keutuhan Bangsa Indonesia. ’’Acara ini sangat penting kita gelar sebelum pilpres. Karena, kalau kita adakan setelah Pilpres nanti khawatirnya yang sudah menang terlalu euforia dan yang kalah tidak terima,’’ pungkasnya singkat. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia