Senin, 17 Jun 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Kerusakan Bangunan Minha Tebuireng Masih Tanggung Jawab Kemendikbud

08 April 2019, 09: 03: 32 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari yang berada di kawasan Makam Gus Dur.

Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari yang berada di kawasan Makam Gus Dur. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan menanggapi temuan rusaknya plafon bada ruangan dalam Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (Minha). Kepala BPCB Trowulan, Andi M Said menyebut semua kerusakan yang ada menjadi tanggung jawab Kemendikbud.

Said menyebut, usai menerima laporan dari petugas jaga museum, pihaknya sudah menerjunkan tim langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pendataan. Hasilnya, banyak sisi bangunan yang ditemukan dalam kondisi bocor hingga rusak.

“Angkanya berapa titik saya tidak hafal pasti, yang jelas waktu pengecekan kemarin memang banyak sekali bangunan yang sudah bocor. Cuma yang sampai jebol Cuma satu titik itu saja,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Saat ditanya penyebab utama bocor di atap museum, ia enggan menjawab. Said beralasan untuk sampai pada hasil penyebab, perlu dilakukan assesment. “Yang jelas ditemukan kebocoran. Kalau penyebabnya apa, kita belum bisa pastikan,” tambahnya.

Ia juga telah menyampaikan temuan tersebut kepada pemegang aset bangunan, yakni Kemenetrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. “Tugas kami kan cuma mengecek dan pendataan saja, setelah itu kami laporkan. Karena wewenang kami cuma itu,” lanjutnya.

Begitupun tentang perbaikan, kewenangan pada Kementerian Dikbud RI lantaran bangunan sepenuhnya telah diserahkan dan tak lagi jadi tanggung jawab rekanan proyek. “Untuk perbaikan kita menunggu, karena wewenang sana. Masa pemeliharaan dari kontraktor juga sudah habis, jadi perbaikan nanti langsung dari Kementerian,” pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, meski belum lama diresmikan, kondisi Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari (Minha) ternyata mulai rusak. Kerusakan terlihat di ruangan koleksi tradisi. Lokasinya berada di sisi lorong kanan jika pengunjung masuk dari pintu depan. Di ruangan paling depan di lorong ini, pojok ruangan nampak tak biasa. 

Susunan asbes sepanjang satu meter terlihat ambrol. Di bawah asbes yang ambrol, air bekas rembesan juga terlihat berceceran dan menggenagi lantai. Sebuah timba berwarna merah terlihat diletakkan di bawah lubang menganga ini untuk menampung air yang mengucur. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia