Senin, 22 Jul 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Akademisi Soroti Galian C di Jombang yang Masih Tak Tersentuh Hukum

08 April 2019, 08: 41: 17 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Aktivitas galian yang berlangsung di wilayah Kecamatan Ngoro

Aktivitas galian yang berlangsung di wilayah Kecamatan Ngoro (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Tidak hanya kalangan LSM peduli lingkungan yang menyoroti aktivitas galian C ilegal di Kabupaten Jombang. Pemerhati publik, Ahmad Sholikin Ruslie, Direktur Pusat Kajian Hukum dan Kebijakan Fakultas Hukum Undar Jombang, menilai penindakan galian C di Jombang masih sangat lemah.

“Ini kenapa setiap kali ada kasus terkait dengan galian C selalu tak berujung atau kandas. Ada apa dengan galian C,” tanya dia kemarin. Semisal, bekas galian C yang sudah beberapa kali menelan korban jiwa baik di Perak maupun di Kabuh yang tidak diusut tuntas. Seharusnya, lanjutnya, ada tuntutan maupun tidak ada dari pihak keluarga, proses hukum harus tetap berlanjut karena delik aduan umum hingga tidak bisa dihentikan.

“Seharusnya ini juga diusut tuntas meski keluarga tidak menuntut,” ungkapnya. Dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, kasus seperti ini tidak bisa tuntas alias kandas di tengah jalan. Hal inilah dalam analisa Solikhin, membuat pengusaha galian tidak melakukan reklamasi. 

Bila diusut tuntas, maka akan menemukan tersangka utama, apalagi bekas galian tersebut mempunyai izin. “Karena galian C yang akan ditinggal harus direklamasi terlebih dahulu, tidak ditinggalkan begitu saja,” ungkapnya lagi. 

Ia menambahkan, dalam perundang-undangan sudah diatur reklamasi pasca tambang. Akan tetapi itulah fakta, kasus seperti ini seperti akan terhenti di tengah jalan. “Pemerintah daerah dan penegak hukum harus mengusut ini, biar tidak menjadi preseden buruk nanti, dan menjadi efek jera kepada pegusaha tambang nakal,” pungkas dia.

Sebelumnya, setelah sempat berhenti, aktifitas galian C di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, kembali beroperasi. Bahkan tanda larangan yang dipasang DLH sebelumnya, sudah tidak ada di tempat semula. Kembali beraktiftasnya galian tersebut sudah tiga hari terakhir. Bahkan, sekarang sudah dipasang papan perizinan. 

Sementara di tempat terpisah, DLH Kabupaten Jombang mengaku tidak pernah melepas tanda larangan dan memberikan rekom izin galian di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro. Pihaknya bakal menerjunkan tim untuk memastikan galian tersebut kembali beroperasi. “Kami belum mendapat laporan, untuk itu kami terjunkan tim dulu ke lokasi,” pungkas Amin Kurniawan, Kasi Konservasi DLH Kabupaten Jombang. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia