Selasa, 24 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Saluran Air Terlalu Kecil, Permukiman Warga Sumbermulyo Tergenang Air

08 April 2019, 08: 34: 24 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi saluran air di samping rel kereta yang sangat kecil sehingga tak mampu menampung debit air yang besar.

Kondisi saluran air di samping rel kereta yang sangat kecil sehingga tak mampu menampung debit air yang besar. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Banjir yang melanda Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto salah satunya disebabkan saluran rel kerata api yang terlalu kecil. Selain berdampak ke jalan dan halaman rumah warga, air  juga meluber ke SDN Sumbermulyo 1. Untungnya, air tak masuk ke dalam kelas.

Meski sudah siang hari air masih tetap menggenangi halaman SDN Sumbermulyo 1. Hampir di seluruh halaman sekolah terdapat genangan air. Aktivitas belajar mengajar pun terpantau sudah tak ada lagi.

Hanya ada beberapa guru yang tengah berada di dalam ruangan. Salah satu pegawai sibuk membersihkan lantai yang terlihat sangat becek. “Sudah pulang semua,” kata Madun salah satu pegawai.

Sembari melanjutkan aktivitas, Madun mengaku banjir Jumat merendam halaman sekolah karena memang lokasi tempat kegiatan belajar mengajar itu tak jauh dari saluran air. Terlebih hanya berjarak sekitar dua meteran dari saluran kecil di samping rel ganda. “Airnya lari kesini semua, jadi ya halaman banjir,” sambung dia.

Meski begitu, aktivitas belajar mengajar masih dilakukan kemarin. “Soalnya air tidak sampai masuk ke ruang kelas, hanya disini saja,” papar dia sambil menunjuk halaman sekolah yang masih tergenang.

Meski begitu, bukan tanpa problem, genangan banjir itu membuat lantai kelas sangat kotor karena becek. Maklum, setiap siswa yang masuk ke dalam ruangan harus melewati halaman sekolah terlebih dahulu. “Tidak terlalu kotor, hanya air bercampur tanah saja,” beber dia.

Karena itu, setelah seluruh kegiatan selesai dia kemudian membersihkan semua lantai. Setiap kali wilayahnya banjir, selalu berdampak ke halaman sekolah. “Pokoknya kalau air amber pasti larinya juga kesini. Jaraknya nggak jauh, di belakang sudah rumah dan selokan, depan sudah sungai,” pungkasnya sembari membersihkan lantai.

Hingga kemarin siang (6/4), air masih bertahan di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto. Terutama di RT/005, RW/002 air terpantau awet di jalan dan halaman rumah warga. Yudhi salah seorang warga menuturkan, sejak Jumat (5/4) sore air sudah berada di jalan. “Malam hari masih belum surut, malah sampai depan rumah,” katanya sembari membersihkan rumah.

Dia sendiri heran air tak kunjung surut. “Bisanya cepat, nggak sampai lama seperti sekarang ini. Semisal sore banjir, malam sudah surut, paginya sudah tidak ada, ternyata sekarang masih banjir begini,” ceritanya.

Menurut dia, air banjir yang tidak segera surut lantaran disebabkan beberapa hal. Salah satunya, ukuran saluran yang berada di pinggir proyek rel ganda (double track) dinilai terlalu kecil. Sehingga air tak bisa langsung mengalir seperti sebelumnya. Justru membuat air meluber ke area permukiman.

Kondisi ini diperparah dengan saluran yang ada di persawahan juga belum maksimal. Membuat air menumpuk dan tak bisa megalir sepenuhnya. “Seingat saya dulu salurannya memang agak besar, lebar 1 meteran, sekarang lebar dan dalamnya hanya setengah meter. Sedangkan air dari sawah itu juga lewat disitu,” papar dia.

Hal inilah yang membuat sebagain titik di RT 005 masih terdampak banjir. Meski tak seperti Jumat sore, air tetap bertahan dengan ketinggian sekitar 10-20 centimeter. Kondisi ini sangat mungkin juga terjadi di wilayah lain. “Kalau tidak ada yang dirubah atau diperbaiki bisa-bisa banjir terus kalau musim hujan,” terangnya.

Terkait saluran yang ada di samping rel ganda, kata dia, lokasinya berdekatan dengan sawah dan area permukiman warga. Air dari area persawahan mengalir ke saluran itu kemudian lurus pada saluran pembuang yang berada di bawah rel kereta api.

“Kalau dulu belum ada proyek, salurannya masih besar, soalnya dari tanah. Kalau sekarang sudah pakai cor, jadi mau tidak mau hanya bisa nampung air segitu,” tutur dia. Beberapa warga lainnya juga mengakui hingga kemarin siang, hanya di wilayah itu yang masih terendam banjir. “Kalau yang di sini (RT 005) banjirnya masih awet sampai halaman rumah. Dekat kali soalnya,” sahut Minarti, warga lainnya. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia