Senin, 18 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Dampak Cuaca Ekstrem, Harga Kelapa di Pasar Jombang Melonjak

07 April 2019, 18: 31: 27 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Harga kelapa di pasar tradisional dirasa mulai naik sejak dua mingguan.

Harga kelapa di pasar tradisional dirasa mulai naik sejak dua mingguan. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Dampak cuaca ekstrem membuat harga kelapa di pasar tradisional belakangan terakhir merangkak naik. Kenaikan harganya berkisar antara Rp 2.000 sampai Rp 3.000 ribu bergantung ukuran. Jika butir kelapa besar, maka harga semakin mahal. 

Masrukhan, 43 salah satu pedagang kelapa di Pasar Legi menjelaskan, harga kelapa ukuran kecil sebelumnya dijual Rp 6 ribu/biji, kini menjadi Rp 8.500. Sedangkan kelapa ukuran besar sebelumnya Rp 9.000 kini menjadi Rp 11-12 ribu per biji. ”Memang kenaikannya berkisar Rp 2.000 sampai Rp 3.000,’’ ujarnya sembari melayani pembeli.

Menurutnya, kenaikan harga jual kepala itu belum termasuk tambahan jasa parut. Jika kelapa parutan harganya bertambah Rp 500. ”Itu hanya kelapa srumbatan (kupasan kuli luar) saja, kalau nambah parutan Rp 500,” tambah dia. 

Dijelaskan, kenaikan harga kelapa tersebut dirasakan sejak Maret kemarin. Penyebabnya, karena cuaca ekstrem dari tempat asal pohon kelapa yang dikirim dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. ”Katanya cuaca ekstrem sehingga jarang ada yang bisa memanjat kelapa,’’ jelas warga asli Jombang ini. 

Karena itulah keenaikan harga kelapa cukup berpengaruh terhadap para pelanggan. Sejumlah pelanggan sering bertanya dengan kenaikan yang cukup tinggi tersebut. ”Memang banyak yang komplin, kenapa harganya naik. Padahal sebelumnya tidak pernah, kecuali jelang lebaran harga bumbu dapur naik semua,’’ beber dia. 

Meski begitu, kenaikan harga kelapa tan mengurangi jumlah pembeli di tempatnya sedikitpun. Dalam sehari dia bisa menjual antara 300-400 butir kelapa kepada pelanggannya. ”Karena jualan kelapa juga ada masanya. Kalau yang muda harus laku paling lama 3 hari. Kalau kelapa tua maksimal 3 minggu harus terjual,’’ pungkas Masrukhan. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia