Senin, 17 Jun 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Lelang Pertama Proyek Pendataan PBB Pemkab Jombang Rp 4,5 Miliar Gagal

07 April 2019, 18: 28: 44 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi; pajak bumi dan bangunan

Ilustrasi; pajak bumi dan bangunan (Dok/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Lelang proyek jasa konsultasi  pendataan pajak bumi dan bangunan (PBB-P2)  dan zona nilai tanah (ZNT) senilai Rp 4,5 miliar harus diperpanjang. Lantaran tidak ada penawar yang memenuhi kualifikasi. Unit layanan pengadaan (ULP) barang/Jasa Jombang segera me-retender (mengumumkan ulang).

”Setelah kami evaluasi sejumlah dokumen yang masuk, tidak menemukan tiga daftar pendek atau belum ada yang memenuhi klasifikasi, makanya kita langsung retender,” beber Kepala ULP Jombang Supradigdo, melalui pelaksana harian Endro Wahyudi.

Sebenarnya pada tahap pengumuman prakualifikasi pertama lalu, lanjut Endro sudah ada beberapa peserta yang memasukkan dokumen ke ULP. Namun, pada tahap evaluasi dokumen kualifikasi dan pembuktian kualifikasinya tidak ada yang memenuhi syarat. ”Sebenarnya ada yang hampir memenuhi, tapi karena masih ada sedikit kekurangan, makanya kita kembalikan,” bebernya.

Mengingat waktu kegiatan cukup panjang (sekitar 7 bulan), lanjutnya, ULP langsung bertindak cepat me-retender proyek milik badan pendapatan daerah (Bapenda) tersebut. ”Sore (2/4) itu juga, setelah hasil evaluasi tim tidak menemukan tiga daftar pendek, langsung kita naikkan pengumuman prakualifikasinya sampai 10 April nanti, baru kita lakukan evaluasi,” bebernya.

Melihat waktu kegiatan membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan, maka setidaknya paling lambat Mei sudah harus penandatanganan kontrak. ”Sekarang ini masih lelang tahap pertamanya, nanti setelah muncul tiga daftar pendek, masih harus dilanjutkan lelang tahap keduanya, sebab memang untuk jasa konsultasi harus melalui dua kali evaluasi,” singkat Endro. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia