Selasa, 19 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Kios Proyek Satker PBL Jatim di Makam Gus Dur Tebuireng Masih Mangkrak

07 April 2019, 18: 25: 04 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kios proyek Satker PBL (Penataan Bangunan dan Lingkungan) Jawa Timur di sebelah utara Minha (Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari) masih tetap mangkrak.

Kios proyek Satker PBL (Penataan Bangunan dan Lingkungan) Jawa Timur di sebelah utara Minha (Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari) masih tetap mangkrak. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Hingga awal Maret kios proyek Satker PBL (Penataan Bangunan dan Lingkungan) Jawa Timur di sebelah utara Minha (Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari) masih tetap mangkrak. Pantauan kemarin, 100 kios dengan cat biru-putih itu kosong melompong dan belum dihuni. 

Sulasti, salah seorang pedagang asongan mengungkapkan, usai dibangun 2018 lalu semua kios belum difungsikan sepenuhnya. “Belum dipakai sama sekali, nggak ada yang berani. Soalnya masih baru,” tutur dia.

Sembari menjajakan dagangannya, menurut dia meski kosong terkadang ada satu atau dua petugas ke lokasi. “Setelah bangun sering ada petugas yang kesini, cuma akhir-akhir ini jarang,” imbuh Sulastri.

Dia sendiri tak mengetahui akan dipakai siapa kios itu. “Katanya dulu buat pedagang yang di depan. Mungkin seperti itu,” bebernya sembari menawarkan dagangannya kembali ke pengunjung Makam Gus Dur. 

Seperti diberitakan sebelumnya, pengelolaan yang belum jelas pada 100 kios di kompleks terminal wisata makam Gus Dur menjadikan tempat ini tak terawat. Selain beberapa kerusakan yang mulai timbul, kebersihan tempat juga tak terjaga. Bahkan, keberadaan kolam berlumut dan sampah menumpuk. 

Seperti di bagian taman depan kios, kondisi taman terlihat lusuh dan berdebu. Meski air sudah tak terliat lagi menggenang, namun bangunan ini tetap terlihat tak terawat. Ini bisa dilihat dari kolam air di samping taman yang berlumut hingga berwarna hijau pekat.  

Ketua Komisi D DPRD Jombang, Syarif Hidayatulah, pernah berharap segera ada kejelasan kios baru maupun Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari (Minha) sendiri. ”Khusus untuk kios di kompleks Minha, memang rawan dimainkan. Sedangkan untuk museum, masih belum jelas nasibnya seperti apa, apakah dikelola pemerintah pusat, pemkab atau pengelolaan,” ujarnya.  

Sementara, Kepala Disparpora (Kepemudaan Pariwisata dan Olahraga), Hadi Siswaji mengungkapkan, sampai sekarang belum mengetahui seperti apa pemanfaatan kios di tempat wisata religi tersebut. Berada satu kompleks dengan UPT Pengelolaan Kawasan Religi Kabupaten Jombang, pengelolaannya masih menunggu serah terima dari pusat.  “Asetnya itu masih milik Kementerian PUPR, sampai sekarang belum diserahkan ke pemerintah daerah,” tegas dia. 

PPK proyek dari Satker BPL (Penataan Bangunan Lingkungan) Jawa Timur, Panji Anuraga menerangkan serah terima aset saat ini masih diproses dari pemerintah pusat ke Pemkab Jombang. “Sekarang memang belum diserahkan, akan tetapi dalam progres serah terima,” tambahnya. 

Panji menyebut, nilai dari aset itu di atas Rp 10 miliar. Sehingga perlu izin dari menteri sekretaris negara. Jika disetujui, nanti ada penyerahan dari kementerian ke Pemkab Jombang. “Sekarang pemerintah daerah tinggal memanfaatkan, lokasinya untuk apa. Karena kemarin untuk serah terima pengelolaan sudah ke PU,” pungkasnya. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia