Senin, 17 Jun 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

RTH Mojoagung; Dulu Pasar Tradisional, Kini Jadi Taman Alun-Alun

07 April 2019, 18: 20: 55 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Penjaga RTH Mojoagung saat membersihkan kolam di RTH kemarin pagi.

Penjaga RTH Mojoagung saat membersihkan kolam di RTH kemarin pagi. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Ruang terbuka hijau (RTH) atau disebut disebut Taman Alun-Alun Mojoagung menjadi salah satu tempat jujukan masyarakat sekitar maupun pengguna jalan. Namun tak banyak yang tahu mengenai sejarah taman ini.

Letaknya berbatasan antara Desa Kauman-Kademangan, Kecamatan Mojoagung. Namun, setelah masuk ke area taman, udaranya begitu sejuk dan asri. Kepulan asap kendaraan yang melintas di jalan nasional Mojoagung seolah disaring rimbunnya pepohonan tua yang hidup mengelilingi taman Mojoagung.

Ya, taman Mojoagung memang menjadi salah satu tujuan warga sekitar maupun pengendara yang melintas di jalan nasional untuk melepas penat. Selain sejuk nan asri, kondisi taman ini juga cukup bersih. Ada sekitar lima petugas yang menjaga dan merawat taman ini. meski demikian, tak banyak yang tahu kapan taman ini dibangun termasuk siapa yang membangun. 

Slamet Riono, 45 salah satu petugas kebersihan menceritakan RTH Mojoagung awal kali dibangun pada masa pemerintahan Bupati Jombang Suyanto dan Wabup Ali Fikri. Dulunya tempat tersebut adalah Pasar Mojoagung. Pemerintah memindahkan Pasar Mojoagung di Desa Gambiran dan menyulap bekas pasar menjadi RTH. ”Dulu yang mendirikan waktu zamannya pak Suyanto,” ujar dia ditemui kemarin. 

Seingat dia, pemindahan pasar dimulai pada 2002-an. Lalu pada 2005 tanah bekas pasar dipakai RTH. ”Antara 2005-an, saya masih ingat pertama kali membangun taman ini, seluruh area ditutup pagar rapat,” jelas warga asli Kademangan ini. Secara pasti, dia tidak mengetahui alasan pemerintah merelokasi Pasar Mojoagung ke arah Gambiran. Padahal, letaknya sama-sama strategis untuk pasar daerah. ”Kurang tahu. Mungkin di sini kurang besar atau bagaimana,” papar dia. 

Seiring berjalannya waktu, taman ini pun terus berbenah. Hingga mulai 2015 dibangun kolam air mancur. Menyusul Pos Pantau Polisi. Di taman Mojoagung, ada beberapa pohon yang berukuran cukup besar. Pohon ini diyakini sebagai cikal bakal berdirinya taman Mojoagung. ”Di sisi utara ada pohon beringin, di dalam taman juga ada empat pohon kurma namun sayang hingga kini tidak pernah bisa berbuah,” papar dia.

Dikatakan, taman ini selalu ramai setiap harinya. Mulai siang – malam selalu ada orang yang beraktifitas mulai dari ngopi, melepas penat hingga mengantarkan anak anak mereka bermain. ”Ramai-ramainya pas hari Minggu. Beberapa pegiat komunitas sering berkumpul,” jelasnya. 

Di dekat RTH Mojoagung juga ada Masjid Besar Ar-Ridhlo Kauman yang juga menjadi jujukan musafir untuk salat maupun istirahat. Namun sayang, di taman Mojoagung tidak ada plakat nama laiknya Kebonrojo maupun Alun Alun Jombang. ”Di sini tidak ada, ya hanya taman saja,” pungkasnya. 

Kabid Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau DLH Jombang, Miftahul Ulum membenarkan taman ini dibangun sekitar 2005 dengan luasan tanah sekitar 1,9 hektare. ”Tepatnya kapan saya kurang ingat. Kalau tidak salah sekitar 2005,” ujar dia. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia