Senin, 26 Aug 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

11 Sekolah Dasar Merger, Komisi D Minta Nasib Guru Tetap Diperhatikan

07 April 2019, 18: 13: 42 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi; siswa dan guru di SDN Losari 2 Kecamatan Ploso

Ilustrasi; siswa dan guru di SDN Losari 2 Kecamatan Ploso (Dok/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang melakukan merger alias penggabungan 11 sekolah dasar negeri (SDN) mendapat dukungan dari kalangan DPRD. Ketua Komisi D M Syarif Hidayatulloh mendukung langkah tersebut asalkan Disdikbud tetap memperhatikan nasib guru dan pegawai yang terdampak merger. 

”Kalau memang itu lebih efisien dan lebih efektif ya tidak ada salahnya yang penting secara struktural tidak ada yang dirugikan,” ujar dia. Kepada Jawa Pos Radar Jombang, Sentot sapaan akrab Syarif menambahkan, guru maupun pendidik di sekolah terdampak merger tetap harus mendapat perhatian.

”Artinya guru-guru yang sudah mengajar di situ tetap diakomodir, intinya tidak ada yang dirugikan baik dari siswa juga, maupun struktural guru-guru yang sudah ada,” tambah dia. Terutama, kata Syarif, guru tidak tetap (GTT) maupun pegawai tidak tetap (PTT) yang belum mendapat SK dinas harus diakomodir.

”Pada intinya jangan sampai ada yang nganggur, kalau nanti ada yang nganggur berarti ada yang perlu dievaluasi terkait langkah disdikbud melakukan merger,” papar dia. Merger tersebut, menurut Syarif adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan. Dengan dilakukan merger diharapkan managemen sekolah lebik baik ke depannya.

”Kalau di merger kan lebih efisien, baik anggarannya dan juga pemerataan SDM nya,” pungkasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, tahun ini jumlah sekolah dasar negeri yang digabung alias dimerger cukup banyak. Data yang di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, ada 11 lembaga yang dimerger. Saat ini, proses tersebut tengah menunggu SK bupati. 

”Tahun ini ada 11 lembaga yang dimerger menjadi lima sekolah,” ujar  Rhendra Kusuma Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SD Dikbud Jombang, (3/4). Sekolah tersebut yakni, SDN Losari 1 dan 2 Kecamatan Ploso, SDN Dukuhklopo 1, 2 dan 3 Kecamatan Peterongan, SDN Watudakon 1 dan 2 Kecamatan Kesamben, SDN Karangwinongan 1 dan 2 Kecamatan Mojoagung dan SDN Pojokrejo 1 dan 2 Kecamatan Kesamben.(*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia