Selasa, 19 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Drainase Buruk, Sejumlah Wilayah Dalam Kota Dikepung Genangan

07 April 2019, 18: 08: 23 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi sejumlah jalan di wilayah kota yang tergenang air akibat hujan deras.

Kondisi sejumlah jalan di wilayah kota yang tergenang air akibat hujan deras. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Hujan deras yang melanda Jombang menimbulkan genangan di sejumlah wilayah khususnya dalam kota. Minimnya drainase yang berfungsi dengan baik diduga jadi penyebab utama. Beberapa genangan bahkan masuk ke rumah warga.

Genangan pertama terpantau di lingkungan Wersah, Kelurahan Kepanjen. Di lokasi ini, air menggenagi beberapa lokasi, seperti Jl Raden Patah, air luberan saluran Sekunder Rejoangung IV B menggenagi jalan dan pemukiman setempat.

Di lokasi ini ketinggian air bervariasi, namun yang paling tinggi mencapai 20 centimeter atau di bawah lutut orang dewasa. Akibatnya, sejumlah sepeda motor mogok terendam air. “Salurannya penuh, jadi meluber ke jalan, kalau di sini memang sudah langganan, kalau hujannya deras dan lama pasti tergenang. Banyak yang mogok tadi motor yang lewat ” terang Mardianto, salah satu warga.

Tak jauh dari lokasi itu, tepatnya di Jl Dharmawangsa, Lingkungan Wersah, air juga menggenang cukup parah. Di lokasi ini, air menggenang hingga 30 centimeter. “Banyak rumah yang sampai kemasukan air juga, memang cukup tinggi untuk yang kali ini,” terang Rosul, warga setempat.

Menurutnya, selain disebabkan tak banyak lagi lahan resapan, banjir di pemukiman padat ini lantaran tak adanya saluran air pembuang yang mumpuni. “Salurannya mapet, bahkan beberapa rumah di sini tidak ada salurannya, jadi air memang tidak bisa cepat surut,” terangnya.

Selain dua wilayah itu, sejumlah jalan seperti Jalan Hayam Wuruk, hingga kawasan dekat stadion dan GOR Jombang juga tergenang air. Masalahnya pun sama, yakni tak berfungsinya dengan baik gorong-gorong samping jalan.

Di wilayah barat, genangan terpantau juga di Jl Gubernur Suryo, genangan air juga terjadi. Beberapa gang di perumahan di sepanjang jalan ini dilaporkan mengalami genangan akibat mampetnya drainase. “Gotnya penuh, jadi airnya meluber, hujannya memang deras,” ucap lutfi, salah satu warga.

Sementara di kawasan Sengon, air luapan sungai dan saluran juga menggenangi wilayah Perumahan PGRI, Desa Sengon, Jombang. Di sini, ketinggian air mencapai lebih dari 20 centimeter, dan beberapa rumah ikut terendam. “Di beberapa rumah air masuk, ya tidak terlalu tinggi kalau di dalam rumah, cuma memang cukup menganggu ya,” terang Amin, warga setempat.

Genangan air juga terlihat di Jl Kapten Tendean. Di lokasi ini, air setinggi 20 centimeter menggenangi jalan aspal. Warga menyebut, genangan ini dipicu ketinggian jalan yang rendah hingga air tak mampu mengalir dengan cepat. “Sungainya meluber, jalannya juga ledok, jadi ya otomatis air tertahan di sini,” terang Faisol, pengguna jalan.

Genangan terparah, terpantau di sepanjang Jl RE Martadinata. Jalur di dekat Klenteng Hok San Kiong ini terpantau penuh. Air menggenang hingga lebih dari 30 centimeter, bahkan di beberapa lokasi, tinggi muka air nampak setara dengan tinggi trotoar jalan.

“Di sini selalu banjir, sudah langganan. Hujan deras yang biasa saja juga sudah tergenang, lha tadi kan hujannya lebat sekali dan lama, otomatis air ya nggenangnya luar biasa,” ucap Furqon, pengguna jalan.

Tingginya muka air, menyebabkan beberapa kendaraan mogok. Beberapa kendaraan yang nekat menerobos pun harus berjalan sangat pelan. Kondisi ini sempat memicu kemacetan parah di jalur yang juga sempit ini. “Yang mogok banyak tadi, khususnya sepeda motor, makanya banyak juga yang akhornya putar balik,” imbuhnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia