Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Papan Larangan Hilang, Galian C Ilegal di Rejoagung Kembali Operasi

04 April 2019, 14: 35: 23 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Aktivitas galian di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Aktivitas galian di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Setelah sempat berhenti, lantaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang memasang tanda larangan, kini aktifitas galian C di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, kembali beroperasi. Bahkan tanda larangan yang dipasang DLH sudah tidak ada.

Seperti pantauan koran ini pagi kemarin, nampak beberapa truk mengantre untuk diisi muatan. Terlihat satu alat berat sedang sibuk mengeruk pasir dan dimasukan ke dalam bak truk. Di lokasi ini sebelumnya diberi tanda larangan oleh DLH dengan tulisan ”Dilarang melakukan kegiatan tambang tanpa izin berdasarkan UU No. 4 Tahun 2009. Pelanggaran ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda lebih dari Rp 10 miliar.

Anehnya, di pinggir galian tersebut kemarin terpampang papan galian tersebut sudah memiliki izin. Papan tersebut bertuliskan CV Sentosa, 1 wilayah izin usaha penambangan (WIUP) nomor P2T/15.19/VII/2015 tanggal 3 Agustus 2015, izin usaha penambangan (IUP) eksplorasi nomor P2T/56/15.01/X2015 tanggal 8 Oktober 2015 dan izin usaha penambangan (IUP) operasi produksi nomor P2T/55/15.02/IX/2016 tanggal 6 September 2016.

”Ya mas itu kembali beroperasi lagi setelah beberapa hari yang lali diberi tanda sama DLH,” ujar salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya. Dijelaskan, kembali beraktiftasnya galian tersebut sudah tiga hari terakhir ini. Bahkan, sekarang galian tersebut dipasang papan perizinannya.

”Untuk tanda yang dipasang DLH kayaknya sudah tidak ada, tapi muncul papan galian tersebut mempunyai izin,” bebernya. Sehingga, ini yang membuat dirinya heran, apakah pengurusan izin galian tersebut memang benar di lokasi itu?  

Akan tetapi, apabila memang tidak mempunyai izin, dirinya berharap pemerintah maupun penegak hukum segera memberikan tindakan yang tegas. ”Karena apabila belum berizin, kenapa masih berani beroperasi lagi, padahal sudah diberikan tanda larangan,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ahmad Hasani, Kepala Desa Rejoagung membernarkan, aktivitas galian tersebut kembali beroperasi tiga hari yang lalu. ”Memang sempat berhenti, tapi sekarang kembali beroperasi lagi,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin.

Ia juga menambahkan, di daerahnya memang banyak galian, ini lantaran galian tersebut pinjam nama pengusaha yang sudah mempunyai izin. Padahal, galian tersebut milik orang yang berbeda. ”Biasanya pinjam nama agar bisa melakukan aktifitas penambangan,” ungkapnya.

Dirinya berharap, apabila galian tersebut tidak mempunyai izin seharusnya segera dilakukan penindakan tegas. ”Kalau memang mau  mengurus izin ya seharusnya segera diurus,” pungkasnya. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia