Senin, 23 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Jalan Nasional Penuh Jeglongan, Muncul Pohon Pisang hingga Tanda Cat

01 April 2019, 14: 48: 22 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi jalan disepanjang Jl Bridgen Kretarto hingga Jl Basuki Rahmad kondisinya rusak berat kemarin.

Kondisi jalan disepanjang Jl Bridgen Kretarto hingga Jl Basuki Rahmad kondisinya rusak berat kemarin. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Kondisi jalan nasional yang melintas di wilayah Kabupaten Jombang benar-benar parah. Penelusuran yang dilakukan Jawa Pos Radar Jombang hampir seluruh ruas mulai Jl Raya Mojoagung, Jl Brigjen Kretarto, Jl Cempaka, Jl Gatot Subroto hingga Jl Basuki Rahmad penuh jeglongan. Hampir setiap titik terdapat lubang, bahkan di beberapa ruas warga menanami pohon pisang hingga menandai dengan cat pilok. 

Pantauan mulai pertigaan Sambongdukuh, Jl Bridgen Kretarto kondisinya banyak yang berlubang. Sepanjang jalan tampak lubang ditandai dengan cat putih. Kondisi paling mencolok terpantau depan Rumah Sakit Islam (RSI) Jombang. Di titik itu, terpantau beberapa lubang menganga. ”Kondisinya sudah lama. Makin parah saat musim-musim hujan seperti ini,” celetuk warga dilokasi kemarin (31/3). 

Ke arah timur, menuju Satlantas Polres Jombang kondisi lubang makin parah. kondisi paling parah terpantau sekitar pabrik di Dusun Weru Jombang. Bahkan, pada Jumat (29/3) lalu, warga menanami jalan berlubang dengan pisang. Menurut Hari, 36, salah satu warga, di titik tersebut sering terjadi kecelakaan tunggal. ”Lubangnya itu sangat dalam. Sehingga kalau pengendara roda dua jatuh, otomatis langsung oleng dan terjatuh,” ujar dia. 

Pantauan kemarin pagi (31/3), pohon pisang di titik tersebut memang sudah hilang. Namun, kini berganti dengan hiasan cat putih. Lubang lubang di jalan ditandai warga dengan cat putih dan pilok. Kondisi ini terpantau sepanjang Jl Bridgen Kretarto hingga Jl Cempaka. 

Sementara itu, prihatin atas banyaknya korban karena jalan berlubang. Sejumlah warga yang tergabung dalam komunitas peduli lalu lintas turun ke jalan. Mereka beramai ramai mengecat jalan berlubang di beberapa titik. Tidak hanya bapak-bapak, kawula muda hingga remaja. Bahkan ibu-ibu juga tergabung dalam aksi itu. Mereka bergerombol mengecat jalan mulai di Jl Gatot Subroto hingga Jl Basuki Rahmad. ”Kami menandai jalan berlubang pakai cat tembok dan cat pilok,” ujar Eva anto, salah satu warga.

Mereka yang tergabung dalam aksi itu cukup kompak, sebagian menandai jalan berlubang, sedangkan sebagian lainnya mengarahkan pengendara agar berhati-hati. Panasnya aspal dan kepulan asap kendaraan tak mengurungkan niat mereka menandai jalan. ”Kami sudah janjian lewat grup WA (whastapp) untuk menandai jalan ini,” terang perempuan asli Ngoro ini. 

Dijelaskan, lokasi yang mereka sasar tidak hanya jalan nasional yang melintas di Jombang melainkan jalan kabupaten yang berlubang juga ditandai. Untuk menandai jalan, mereka menghabiskan 10 cat pilok dan lima kilo cat tembok. ”Kami iuran untuk membeli cat ini,” terangnya. 

Aksi pengecatan jalan semata-mata agar pengendara yang lewat lebih berhati-hati terhadap jalan berlubang. Mereka mengaku kecewa dengan sikap pemerintah yang dinilai terlalu lamban memperbaiki jalan rusak. ”Tidak hanya pemerintah Pusat, Pemprov Jatim juga tidak ada upaya,” papar dia. 

Dengan aksi pengecatan itu, dia berharap pemerintah Pusat (Kementerian PUPR) lebih proaktif dan segera melakukan perbaikan jalan. ”Ya harapan kami segera diperbaiki agar tidak ada korban yang jatuh lagi,” pungkasnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Adi Suwito Pelaksana Teknis dari BPPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) Wilayah VIII Surabaya tak merespons saat dihubungi melalui sambungan selulernya. Baik pesan singkat melalui whatsapp hingga sambungan pribadi tidak ada jawaban. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia