Minggu, 19 May 2019
radarjombang
icon featured
Hukum

Anjal Terdakwa Kasus Pencabulan Siswi SMP Divonis 1 Tahun 4 Bulan

31 Maret 2019, 10: 59: 01 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi; persidangan

Ilustrasi; persidangan (Google Image)

JOMBANG – AN, 17, asal Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu  dan IL, 17, asal Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, terdakwa kasus dugaan pencabulan terhadap R, 14, remaja asal Diwek harus menghabiskan hari-harinya di balik jeruji penjara. Itu setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jombang menjatuhkan vonis keduanya pidana penjara kemarin.

”Terhadap terdakwa AR, dijatuhi vonis pidana penjara 1 tahun 5 bulan, sementara IL divonis sedikit lebih ringan 1 tahun 4 bulan. Keduanya juga diwajibkan mengikuti pelatihan kerja selama 3 bulan,” terang Humas PN Jombang Eni Martiningrum.

Terhadap putusan ini, sikap dua terdakwa berbeda. ”Kalau AR sudah langsung menerima, sementara IL masih minta pikir-pikir sampai tujuh hari ke depan,” imbuhnya seraya menyebut sidang digelar secara tertutup di ruang sidang anak.

Terpisah, Ari Iswahyuni JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang membenarkan perihal putusan hakim tersebut. Putusan itu lebih ringan dari tuntutan yang diajukan jaksa. ”Tuntutan kita pidana penjara 2 tahun,” bebernya.

Dijelaskan, dalam persidangan baik terdakwa AR maupun IL bersikap kooperatif dan mengakui perbuatannya sesuai materi dakwaan. ”AR mengakui perbuatannya mencabuli korban, begitu pula IL juga mengakui. Keduanya sama-sama menyesali perbuatannya,” imbuhnya. Melihat status terdakwa masih anak-anak, maka keduanya akan dikirim ke lembaga pemasyarakatan anak di Blitar.

Seperti diberitakan sebelumnya, nasib nahas menimpa R, 14, pelajar asal Diwek yang masih duduk di bangku SMP menjadi korban pemerkosaan kawanan anjal (anak jalanan) di  Desa Sentul, Kecamatan Tembelang. Sebelum peristiwa itu korban bersama kawanan pelaku menggelar aksi pesta lem di salah satu rumah kosong di Desa Sentul. Dalam kondisi mabuk, ketiga pelaku mulai menjalankan aksinya. AR dan IL berperan memegangi korban, dalam kondisi tak berdaya pelaku UD (buron) menyetubuhi korban.

Beruntung aksi tersebut diketahui warga yang segera menghubungi petugas kepolisian. Meski sempat kabur, AR dan IL berhasil ditangkap di Lamongan. Sementara UD, masih menjadi buruan petugas hingga sekarang. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia