Senin, 23 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Lubang Ada Dimana-mana, Aspal Ruas Jalan Basuki Rahmat Menghilang

31 Maret 2019, 10: 40: 56 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Di ruas Jalan Basuki Rahmat, banyak kubangan menganga menyebar di beberapa titik.

Di ruas Jalan Basuki Rahmat, banyak kubangan menganga menyebar di beberapa titik. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Kerusakan jalan nasional di Jombang semakin parah. Hingga akhir Maret belum ada langkah penanganan. Salah satunya di ruas Jalan Basuki Rahmat, banyak kubangan menganga menyebar di beberapa titik.

Pantauan koran ini kemarin (30/3) mulai dari depan Stasiun KA Jombang hingga Traffic Light Desa Cangkringradu, Kecamatan Perak ada 50 lebih lubang bertebaran. Ukurannya pun beragam. Ada yang kecil hingga kedalaman sekitar 15 centimeter dan ada pula besar namun tak dalam.

Jatmiko salah seorang warga Desa Jabon, Kecamatan/Kabupaten Jombang menerangkan sebelumnya sudah ada penanganan jalan terlihat. Namun hanya di area jembatan di desanya. ''Jadi waktu dijaga warga beberapa hari kemudian diperbaiki. Tapi yang diperbaiki hanya di dekat jembatan saja,'' katanya. 

Seingat dia, sekitar tiga meteran penanganan dilakukan dengan tambal sulam. Sementara di tengah jembatan tak ditangani. ''Di jembatan masih belum ditambal, sampai sekarang masih sama seperti yang kemarin waktu kita jaga,'' imbuh dia. 

Warga yang sebelumnya berjaga sekarang tidak melakukan lagi. Termasuk drum yang ditempatkan di tengah jembatan, juga sudah tak ada lagi. Hanya tulisan berisi imbauan kepada pengguna jalan yang masih bertahan. ''Sekitar dua atau tiga mingguan ada petugas yang datang. Benar diperbaiki, tapi tidak semua. Yang ditambal hanya beberapa lokasi,'' ungkap Jatmiko.

Selama ini warga berupaya untuk memasang himbauan atau berjaga. ''Seharusnya kalau diperbaiki ya semua, tidak sepenggal-sepenggal seperti ini,'' keluh dia. Saking banyaknya kubangan, membuat pengguna jalan terpantau mengurangi laju kendaraan. Terutama kendaraan besar yang rata-rata berjalan pelan saat akan melewati jalan berlubang. ''Yang bahaya itu sepeda motor, kalau nggak tahu bisa-bisa jatuh. Iya kalau orang sini tahu lubangnya dimana, kalau orang luar Jombang jelas nggak tahu,'' bebernya.

Sementara itu, Hadi Prayito salah seorang sopir truk yang tengah mengisi angin mengakui kerusakan jalan di Jombang menyeluruh. ''Mulai Mojoagung sampai sini (Jalan Basuki Rahmat, Red) kondisi jalan tidak bisa dipilih, rusak semua dan banyak berlubang,'' keluhnya.

Dia yang menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Nganjuk mengangkut makanan ringan ini tak menyangka kerusakan jalan semakin parah. '''Dari dulu saya kira mesti rusak saat musim hujan, tapi ya gitu cuma ditambal. Itu pun kayaknya nggak niat, nanti rusak lagi saat musim hujan,'' papar dia.

Untuk itulah dia berharap perbaikan jalan bisa segera ditangani. ''Kalau bisa secepatnya diperbaiki, apa nunggu sampai jalan tidak ada aspal lagi, baru diperbaiki,'' pungkasnya.

Sebelumnya, kerusakan jalan nasional di Jombang membuat jengah warga Desa Jabon, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Ini setelah kerusakan dibiarkan begitu lama hingga membuat jalan makin parah. Karena membahayakan pengguna jalan, warga berinisiatif memasang tulisan imbauan dan berjaga-jaga di area jalan rusak. Paling parah terpantau di dekat jembatan Jl Basuki Rahmat Jombang. Hampir seluruh aspal sudah tidak ada, lebih banyak berlubang. Sisanya ditambal dengan tanah.  

Dikonfirmasi terpisah, Adi Suwito Pelaksana Teknis dari BPPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) Wilayah VIII Surabaya tak mengelak bila kerusakan di Jalan Basuki Rahmat semakin parah. Ia sudah mengintruksikan agar tambal sulam dilakukan. Termasuk di ruas jalan itu. ’’Memang benar selain jalan di sambungan jembatan itu waktunya diganti. Untuk sementara diuruk atau ditambal sambil menungu pelaksanaan paket,’’ pungkasnya. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia