Selasa, 19 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Musim Hujan, Permintaan Bibit Sayuran Produksi Warga Badang Meningkat

30 Maret 2019, 17: 22: 16 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Di Dusun Wedani, Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, hampir setiap pekarangan rumah warga dipenuhi bibit tanaman.

Di Dusun Wedani, Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, hampir setiap pekarangan rumah warga dipenuhi bibit tanaman. (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Setiap  musim penghujan, permintaan bibit sayuran selalu meningkat. Itulah yang dirasakan warga Dusun Wedani, Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Di dusun ini, hampir setiap pekarangan rumah warga dipenuhi bibit tanaman. Tak heran dusun tersebut dijuluki kawasan bibit tanaman.

Sutrisno, salah satu petani,  mengatakan, saat musim penghujan penakaran bibit miliknya sudah mulai laku keras. Para pembeli datang dari  Jombng maupun luar Jombang. “Hanya dalam waktu sepekan sudah keluar sekitar 40 ribu bibit,” katanya.

Di lahan pekarangan rumah miliknya, terang dia, yang berukuran 10 x 12 meter, sejak 20 tahun terakhir dimanfaatkan untuk pembibitan berbagai jenis tanaman. Mulai  cabai rawit, cabai merah, terong, kubis, brokoli, tomat, dan pepaya. Harga bibit tanaman itu bervariasi,  mulai dari Rp 100  hingga 150  per biji, tergantung jenis tanamannya.

“Cabai besar dan tomat paling mahal, harganya bisa Rp 150 per batang,” ujarnya. Sejak hujan sering turun beberapa bulan terakhir, banyak petani yang membeli bibit tanaman. “Sehingga permintaan bibit juga meningkat,” katanya.

Lantaran, permintaan bibit meningkat. Dirinya juga sampai sempat kewalahan dengan permintaan petani. Bahkan, diakuinya harga bibit sekarang juga mengalami kenaikan. “Seperti bibit cabai dan tomat ini biasanya Rp 110 menjadi Rp 150,” ungkapnya.

Hanya saja memang yang menjadi kendala pembibitan, yakni jamur. Karena apabila bibit terserang jamur akan merusak batang dan daun. “Daunnya menjadi kering dan harus segera dipisahkan dengan tanaman yang lain agar tidak menular,” tutur bapak dua anak tersebut.

Saat musim penghujan jamur memang sangat sulit untuk diobati. “Jadi kalau musim penghujan ini sulit untuk diobati,” pungkasnya. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia