Rabu, 21 Aug 2019
radarjombang
icon featured
Hukum

Kasus Suap Pendirian Pabrik Aqua, Berkas Segera Dikirim ke Kejaksaan

30 Maret 2019, 15: 37: 28 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu (M.Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Satreskrim Polres Jombang telah menuntaskan pemeriksaan dua tersangka kasus dugaan suap pendirian pabrik Aqua di Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno. Dalam waktu dekat, polisi segera melimpahkan berkas ke kejaksaan.

”Kita upayakan minggu depan berkas sudah P21, dan kirik ke kajaksaan,” beber Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu.

Dijelaskan, dalam menangani kasus ini, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Beberapa saksi yang diantaranya dari unsur warga pemilik tanah, perangkat desa, termasuk meminta keterangan dari Kades Grobogan non-aktif Agus Hadi Cahyono, yang kini sudah menjalani masa hukuman serta perwakilan dari PT Tirta Investama.

Selanjutnya, giliran dua tersangka, masing-masing, Z, 46, selaku Kasi Pemerintahan Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno dan S, 55, Kasun Sukorejo. ”Keduanya kita periksa secara bertahap. Awal kita periksa tersangka Z, terus lanjut kemarin tersangka S,” imbuhnya.

Setelah ini, pihaknya tinggal fokus melengkapi berkas untuk segera dikirimkan ke kejaksaan. ”Secepatnya kita kirim ke kejaksaan,” singkat Pratas.

Sebelumnya, usai berhasil menjebloskan Agus Hadi Cahyono, 49, Kades Grobogan non-aktif dalam kasus suap pengurusan izin pendirian pabrik Aqua, polisi terus mendalami dugaan keterlibatan tersangka lain.

Setelah melakukan gelar perkara, penyidik akhirnya menetapkan Z, 46, selaku Kasi Pemerintahan Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno dan S, 55, Kasun Sukorejo sebagai tersangka.

Ada  sembilan saksi diperiksa penyidik tindak pidana korupsi  Polres Jombang. ”Empat saksi dari unsur perangkat desa ,perwakilan pemilik tanah termasuk kepala desa ditambah empat saksi dari perwakilan PT Tirta Investama,” bebernya.

Sebelumnya Kades Grobokan non-aktif Agus Hadi Cahyono, tersangkut kasus  pungli pengurusan izin pendirian pabrik Aqua. Dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo, kades Agus telah divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsidair 4 bulan kurungan. 

Kades didakwa menerima hadiah atau janji dari saksi, perwakilan (perusahaan, Red). Besaran uang suap yang diterima  dari perwakilan perusahaan tersebut, sekitar Rp 449,664 juta. Tapi yang dipakai kades sekitar Rp 174 juta, sisanya dibagikan ke sejumlah perangkat desa yang lain. Termasuk ke atasan kepala desa. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia