alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Tersebar di Empat Kecamatan, Empat Tower Ilegal Disegel Pemkab Jombang

28 Maret 2019, 10: 28: 54 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Salah satu tower ilegal yang sudah disegel di Desa Grogol, Kecamatan Diwek.

Salah satu tower ilegal yang sudah disegel di Desa Grogol, Kecamatan Diwek. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG –  Jumlah tower ilegal yang ditutup Pemkab Jombang dalam dua minggu terakhir sebanyak empat titik.  Terakhir, di Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben.

Agus Susilo Sugioto Kasatpol PP Kabupaten Jombang mengakui, pada Senin lalu (25/3) ada tiga tower ilegal yang sudah disegel. “Jadi di Desa Tugusumberejo (Kecamatan Peterongan,), Desa Grogol (Kecamatan Diwek) dan Desa Jombatan (Kecamatan Kesamben),” kata Agus dikonfirmasi kemarin (27/3). 

Sebelumnya, tower di Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro lebih dulu ditutup. “Kalau tidak ada izinnya ya ditutup. Jadi sampai hari ini ada empat,” imbuh dia. Meski agak terlambat, lantaran seluruh tower  sudah terpasang jaringan listrik, menurut Agus untuk langkah penindakan itu dilakukan sesuai dengan hasil pertemuan dengan tim.

“Makanya kemarin nunggu itu, karena gabungan dari DLH, Dinas PUPR dan perizinan (DPMPTSP). Setelah kita undang dan buat berita acara untuk penutupan,” tutur dia. Karena tak mempunyai izin lanjut dia, baru kemudian pihaknya mengambil langkah. “Kalau kita langsung nutup tanpa ada data ya tidak bisa. Karena ini kan ada tim gabungan,” sambung Agus.

Lantas selain empat tower itu adakah tower lainnya? Menurut Agus hingga kemarin belum ada. “Belum ada evaluasi, kalau pun nanti ada akan kita undang lagi dari dinas terkait,” papar dia. Ditambahkan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui pasti pemilik ke empat tower yang ditutup itu.

“Sampai sekarang belum tahu persisnya, mungkin sama. Ini yang belum pasti apakah semuanya benar sama,” ungkap Agus. Termasuk usai dilakukan penyegalan, Agus belum berani memastikan seperti apa perjalanan keempat tower itu ke depan.  “Sementara itu saja (ditutup), biar tidak sampai operasi,” beber dia. 

Kendati begitu, menurut Agus, pihaknya kedepan tetap melakukan evaluasi. “Yang jelas empat ini belum ada izinnya. Mungkin dia sekarang masih mengurus atau bagaimana kita sendiri tidak tahu,” urai Agus.

Kades Jombatan Abdul Choir mengakui adanya pembangunan tower di Desa Jombatan. Pembangunannya juga baru dilakukan. Seingat dia belum sampai satu bulan. “Untuk pengajuan dari pihak tower sudah pernah ke desa. Istilahnya sudah ngurusi, kalau dihitung mungkin belum ada satu bulan, sekarang sudah berdiri” kata Choir dikonfirmasi kemarin (27/3).  

“Jadi di lingkungan sekitaran warga, radiusnya sekitar 100 meteran. Jadi di samping jalan atau makam,” imbuh dia. Untuk kompensasi lanjut dia, sudah diberikan kepada warga sekitar tower. Meski begitu, dia sendiri belum mengetahui kalau tower itu sudah ditutup Pemkab Jombang. “Belum tahu, belum ada tembusan. Soalnya Senin kemarin saya ada agenda di Jombang,” ungkap dia.

Choir kemudian menceritakan meski baru saja dibangun, tower itu diketahui sudah terlaliri listrik. Ini melihat adanya lampu pada tower itu. “Memang sudah menyala, kalau malam lampu merahnya itu kelihatan,” sambung dia.  

“Dulu waktu mengajukan itu, kemudian dibangun. Tingginya 32 meter. Memang tidak seperti tower pada umumnya, besinya juga bulat-bulat. Saya kira bagus seperti tower di kota,” tambah Choir. (fid)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia