Kamis, 23 Jan 2020
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Semakin Meluas, Tower Ilegal Juga Ditemukan di Tugusumberejo

26 Maret 2019, 18: 20: 03 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Tower di Desa Tugusumberejo, Kecamatan Peterongan.

Tower di Desa Tugusumberejo, Kecamatan Peterongan. (Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Keberadaan bangunan tower tak berizin di Jombang kian meluas. Kemarin (25/3) petugas Satpol PP Jombang menutup salah satu lokasi tower di Desa Tugusumberejo, Kecamatan Peterongan. Sayang, penyegelan Satpol PP ini terlambat, karena tower ditengarai sudah difungsikan.

”Tadi siang disegelnya, sekitar pukul 11.30, tadi banyak petugas dari Satpol PP,” terang DE, salah satu warga sekitar. Dijelaskan, sebelum penyegelan petugas, sebenarnya warga di lingkungan sini sudah banyak yang umek dengan kegiatan pembangunan tower yang berdiri di atas tanah milik salah satu perangkat desa tersebut. Lantaran minimnya sosialisasi.

”Warga sekitar sini banyak yang tidak suka mas, sebab tidak pernah diajak musyawarah, tidak ada sosialisasi,” imbuhnya. Tahu-tahu, sekitar Januari lalu, sejumlah pekerja datang ke lokasi dan mulai pekerjaan pembangunan tower. Belakangan diketahui, ternyata hanya sebagian kecil saja warga yang menerima dana kompensasi.

”Infonya cuma dua rumah saja yang dapat. Intinya banyak warga yang kecewa dengan pembangunan tower,” imbuhnya. Disinggung terkait operasional tower, warga mengaku tidak tahu persis. Namun, melihat material di lapangan, sepertinya tower sudah beroperasi. ”Listrik juga sudah ada, mesin-mesinnya juga sudah terpasang, termasuk lampu kedipnya,” imbuhnya.

Di tengah umeknya warga, tiba-tiba tadi (kemarin) belasan petugas mengenakan seragam cokelat mendatangi lokasi tower dan memasang banner dengan tulisan penutupan lokasi tower lantaran belum berizin. ”Kami juga kaget mas, ternyata kegiatannya tidak berizin,” singkatnya.

Pantauan di lokasi, kegiatan penutupan petugas sepertinya masih setengah hati. Pasalnya, tidak seperti umumnya penyegelan, petugas lagi-lagi hanya memasang banner kecil yang disematkan di bagian pintu pagar, dan mengaitkannya dengan kawat kecil yang sewaktu-waktu sangat mudah dibuka seperti  penutupan lokasi tower di Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro beberapa waktu lalu.

Selain itu, tidak jelas arah pelanggaran yang disebutkan, baik pasal ataupun perda yang dikutip. Dalam banner tersebut hanya bertuliskan, bangunan/lokasi ditutup karena belum berizin. Paling bawah sendiri, dibubuhi tulisan: Pemkab Jombang.

Malah-malah, dari hasil penelurusan di lapangan, patut diduga tower sudah beroperasi terlihat dari perkakas yang sudah terpasang, mulai sambungan listrik, baterei, BTS, pemancar termasuk lampu kedip. Lebih-lebih terdengar suara mesin hidup.

Sejauh upaya konfirmasi, Agus Susilo Sugioto Kasatpol PP Jombang belum juga merespon. Baik melalui telepon ke nomor seluler maupun konfirmasi melalui pesan di whatsapp belum dijawab. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia