Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Pelunasan BPIH 2019 di Kabupaten Jombang Dibagi Dua Tahap

25 Maret 2019, 09: 50: 33 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kepala Kemenag Jombang Abdul Haris

Kepala Kemenag Jombang Abdul Haris (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Jadwal pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2019 sudah bisa dilakukan sejak pekan lalu. Namun, hingga kini jumlah pasti berapa jamaah yang akan melunasi BPIH hingga berangkat ke Tanah Suci masih terus dinamis.

Kepala Kemenag Jombang Abdul Haris menyampaikan, pelunasan BPIH dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama, yakni mulai (19 Maret-15 April). Sedangkan, tahap kedua dimulai (30 April-10 Mei). Para jamaah yang sudah masuk porsi keberangkatan tahun ini bisa melakukan pelunasan di Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaran Ibadan Haji (BPS-BPIH).

”Jadi ada dua tahap. Tahap pertama diperuntukan untuk para jamaah telah lunas tahun sebelumnya namun menunda keberangkatan dan jamaah haji yang telah memiliki nomor porsi sesuai data siskohat,” ujar dia kemarin (24/3).

Sedangkan, tahap kedua diperuntukan diantaranya jamaah haji yang telah masuk pelunasan tahap satu namun mengalami kegagalan sistem, jamaah haji sebagai pendamping bagi lansia, jamaah haji penggabungan suami/istri dan anak kadung, jamaah haji usia lanjut minimal 75 tahun.

”Serta jamaah haji nomor porsi berikutnya berdasarkan database siskohat yang masuk daftar tunggu pada 2020 sebanyak 5 persen dari jumlah kuota provinsi dan kabupaten kota serta belum berstatus haji,” jelas haris memerinci.

Dijelaskan Haris, para jamaah yang berhak melakukan pelunasan BPIH tersebut sudah melakukan berbagai macam tes kesehatan. Tinggal pemberian vaksin maningitis yang belum dijadwalkan dan masih menunggu koordinasi dinas kesehatan. ”Kalau vaksin maningitis itu biasanya dilakukan satu bulan menjelang keberangkatan,” tandasnya.

Ditanya terkait jumlah CJH yang harus melakukan pelunasan alias berangkat tahun ini, Haris mengaku datanya terus dinamis. Dari angka awal jumlahnya sekitar 980-an. Kini meningkat hingga menyentuh 1.000 CJH. ”Sudah hampir menyentuh angka seribu. Karena data tersebut akan terus berubah hingga nanti menjelang penutupan pelunasan,” pungkasnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia