Selasa, 17 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Tower Belum Berizin Terus Berdiri, Pemkab Jombang Dinilai Kebobolan

25 Maret 2019, 09: 12: 35 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Tower baru yang masih proses pembangunan di Desa Grogol, Kecamatan Diwek.

Tower baru yang masih proses pembangunan di Desa Grogol, Kecamatan Diwek. (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Kembali ditemukannya tower baru yang masih proses pembangunan di Desa Grogol, Kecamatan Diwek mendapat kritikan keras dari kalangan anggota DPRD. Kartiyono anggota Komisi A DPRD Kabupaten Jombang menilai, Pemkab Jombang tidak mempunyai wibawa karena banyak bangunan yang  berdiri tanpa mengantongi izin.

“Sama saja harga diri pemkab diinjak-injak. Ini kan pemerintahan ada namanya penegakan hukum, peraturan dan dinas. Akan tetapi semuanya diabaikan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin. Menurut pria yang kerap disapa Mas Yon ini, pemkab tidak mungkin tidak tahu ada pembangunan beberapa tower  ilegal tersebut. Sehingga, banyak kejanggalan terhadap perizinan di Jombang.

“Kami kemarin berprasangka baik saja kepada pemerintahan terkait perizinan. Akan tetapi kalau kejadiannya beruntun seperti ini, kami sangat kecewa,” bebernya.

Dirinya juga meyakini, tidak hanya tower ilegal saja yang ilegal, namun masih banyak yang lain. Seperti sejumlah pabrik, dan puluhan minimarket yang sudah beroperasi, namun belum mengantongi izin lengkap. “Kami dapat info, masih banyak pabrik maupun minimarket yang kelengkapan persyaratan izinnya tidak lengkap,” tegasnya.

Untuk itu dirinya menegaskan, dinas perizinan harus lebih terbuka lagi. Selain itu, pola kordinasi antar dinas harus lebih baik lagi. Apabila mengetahui ada bangunan yang belum mempunyai izin, namun sudah beroperasi harus segera dilaporkan ke pemkab agar mendapat penindakan. “Jadi jangan bermain-main lagi, seharusnya pengalaman buruk kemarin bisa dijadikan pelajaran buat semuanya,” pungkasnya.

Irwan Prakoso, anggota Komisi A DPRD Kabupaten Jombang  menambahkan, pihaknya juga mendukung dan mengapresiasi pihak kepolisian mau turun mengawasi permasalahan tower tersebut. ”Apabila memang benar ada yang bermain atau membekingi pendirian tower tersebut, pihak kepolisan harus segera mengusutnya,” ujarnya.

Karena menurutnya, tambah Irwan, banyak kejanggalan terhadap pendirian tower tersebut. Semisal meski mengetahui tower tersebut ilegal, p;emkab sangat terlambat melakukan tindakan. Bahkan, tower sudah berdiri kokoh baru dilakukan penindakan. ”Memang banyak kejanggalan terkait pembangunan tower tersebut,” katanya.

Tidak hanya itu, pihak pengusaha juga sangat berani terus melakukan pekerjaan. Meski kabarnya sudah pernah ada Satpol PP yang memperingatkan untuk menghentikan pembangunan tower tersebut sebelum mengantongi izin terlebih dahulu. ”Kalau tidak ada yang membekingi, pengusaha tentu saja  tidak berani membangun,” katanya.

Untuk itu, diharapkan pihak kepolisian bisa mengungkap kebenarannya. Sehingga, apabila memang terbukti ada kesalahan maka harus dihukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Agar ada efek jera bagi pelaku dan kejadian ini tidak akan terulang kembali. ”Karena kejadian sudah menjadi tamparan bagi pemerintah dalam melakukan penindakan pelanggaran perda,” pungkasnya. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia