Selasa, 17 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Diserang Penyakit Petek, Petani Cabai di Kendalsari Sumobito Gusar

25 Maret 2019, 08: 16: 10 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Cabai milik petani di Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito yang diserang penyakit.

Cabai milik petani di Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito yang diserang penyakit. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Sebagian petani cabai di Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang dibuat gusar. Sebab, mereka disibukkan dengan serangan hama petek yang makin tak terkendali dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, cabai tumbuh tak normal dan menghitam.

Salah satunya seperti yang dirasakan Karno, petani cabai yang mengaku sejak Februari lalu, cabai yang akan dipetik harus dipilah. Karena sebagian sudah berubah warna menghitam seperti gosong. “Ini kena pelet, kalau orang sini bilang kena petek. Jadi cabainya ada yang gosong dan kering,” katanya lirih.

Sembari memetik cabai dia mengungkapkan, Februari dan Maret menjadi bulan yang paling diwaspadai serangan berbagai hama tanaman. Sebab setiap tahun mesti terjadi. “Jadi seperti penyakit, pokoknya bulan dua dan tiga pasti datang,” imbuh dia.

Selain menyerang buah cabai, pohon cabai juga terkadang turut menjadi sasaran. Biasanya batang akan menyusut dan tumbuh tidak normal seperti pohon pada umumnya. “Lama-lama pohon menjadi mati,” sambung Karno. 

Upaya dengan menyemprot obat-obatan menurutnya sudah pernah dilakukan. Sayang, masih belum bisa berjalan maksimal. Terkadang satu pohon seluruhnya diserang petek. “Istilahnya mlantrak (baca; meluas), kena satu yang lain juga ikutan kena,” beber dia. 

Karena itulah dirinya harus memilah terlebih dahulu cabai-cabai yang akan dipetik tersebut. “Kalaupun dipaksa petik, cabainya nggak lagi pedas, malah getir,” paparnya. Selain itu, hasil yang diperoleh juga menurun drastis. Petik kali ini misalnya diprediksi akan turun banyak. “Yang kemarin dapat 70-80 kilogram. Padahal kalau bagus itu bisa sampai 1 kuintal lebih sekali petik,” sebut dia.

Ia mengaku sawah yang ditanami cabai seluas 210.00 m2. Tidak hanya miliknya, cabai petani lain juga mengalami hal sama, diserang hama petek. “Yang cabai ini punya pak lurah, malah luasnya 1 hektare lebih,” pungkas Karno. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia