Jumat, 19 Apr 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Perbaikan Jembatan Ambruk di Karobelah Mojoagung Tunggu Rapat Lanjutan

25 Maret 2019, 08: 10: 28 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi jembatan yang putus di Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung.

Kondisi jembatan yang putus di Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Usai ambruknya jembatan di Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Pemkab langsung melakukan tinjauan ke lapangan. Hasilnya, untuk kepastian pembangunan jembatan akan dibahas pada rapat lebih lanjut. Mengingat kewenangan sungai ada di BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai Brantas).

Kalak (Kepala pelaksana) BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Jombang, Abdul Wahab mengungkapkan, bersama dengan Dinas PUPR, Dinas Perkim, dan BBWS Brantas serta aparatur kecamatan dan desa sudah turun ke lokasi. “Memang jembatan itu dibangun sebelum 1950-an, jadi jembatan lama,” katanya dikonfirmasi kemarin (23/3).

Hasil tinjauan itu, lanjutnya, untuk penanganan masih menunggu rapat lebih lanjut. Ini setelah jembatan di Sungai Gunting itu lintas kewenangan. Selain pemkab juga BBWS Brantas. “Selain itu kita juga merumuskan darimana pos anggaran, karena untuk APBD tahun ini kan sudah di-dok. Artinya pos anggaran mana yang mungkin bisa dipergunakan,” imbuh dia. 

Kalaupun dana tanggap darurat dipergunakan, kata Wahab, harus dikaji terlebih dahulu. “Kalau besaran biaya di atas Rp 700 juta harus ada pernyataan tanggap darurat. Kedua harus mempunyai izin tertulis dari pihak yang memiliki kewenangan sungai, dalam hal ini BBWS Brantas,” sebutnya.

Ketiga, bisa saja penanganan akan dilakukan BBWS Brantas langsung dengan membangun jembatan. “Bagaimanapun juga harus segera dibangun dengan posisi biaya yang memungkinkan dan tidak menyalahi aturan. Dan tanpa menunggu perubahan APBD 2019,” tutur Wahab.

Karena itulah pihaknya masih menunggu jadwal rapat lanjutan. “Karena nanti ada berita acara. Masing-masing pihak sudah ada persiapan. Baik itu masyarakat dan sebagainya, karena ini lintas kewenangan,” urainya.

Ia menambahkan, saat ini jembatan ditutup dan mengimbau agar warga setempat tak nekat melintas di atas jembatan. Meski saat ini mereka harus memutar terlebih dahulu ke Desa Betek. “Masyarakat tidak banyak mengeluh karena sekarang ditempuh harus memutar. Menuju sarana pendidikan, anak-anak sekolah harus jalan putar ke arah Betek lalu Kademangan, baru masuk Karobelah,” pungkas Wahab. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia