Selasa, 17 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Jembatan Ambruk, Pemerintah Desa Karobelah Pasrah ke Pemkab Jombang

25 Maret 2019, 08: 09: 02 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi jembatan yang putus di Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung.

Kondisi jembatan yang putus di Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Tiga hari usai putus diterjang air, kondisi jembatan karobelah belum juga berubah. Beralasan tak ada dana, pemdes setempat hanya bisa pasrah dan menunggu penanganan dari dinas terkait.

Pantauan di lokasi jembatan, ujung timur jembatan terlihat masih ambrol dan separuh bagian jembatan jauh ke sungai. Yang berubah, warga terlihat memasang tumpukan karung di ujung jalan sebagai pertanda jalan ditutup. Sementara di sisi sebaliknya, jembatan juga ditutup dengan cata membentang tiang bekas peringatan di tengah jembatan.

Menurut Sunhadi, Kades Karobelah, hingga kini baik warga maupun pemerintah desa belum berani melakukan upaya apapun. Kondisinya juga tidak berubah. “Belum, masih seperti kemarin. Kita belum berani melangkah, cuma nunggu saja,” terangnya.

Ia menjelaskan, jika jembatan itu dulu dibangun pemdes  sekitar 50 tahun lalu. Dan hingga rusak diterjang air kemarin, beberapa renovasi sudah dilakukan pada jembatan yang jadi akses warga dari Karobelah menuju Kedungpapar ini. “Direnovasi pernah, yang terakhir 2009, waktu dilapisi cor. Sebelumnya bagian bawah cuma plat, kalau yang lain masih asli semua,” terang dia.

Karena itulah ia mengaku tak berani memperbaiki jembatan yang usianya sudah puluhan tahun tersebut. Selain khawatir salah konstruksi, dana yang dibutuhkan juga terlalu besar. “Kita tidak ngerti konstruksi jembatan, takutnya malah salah. Apalagi uang juga tidak ada kalau mau diperbaiki,” lanjutnya.

Kendati demikian, upaya pengecekan dari instansi terkait memang sudah dilakukan. “Tapi belum tahu selanjutnya seperti apa. Karena katanya baik BPBD maupun PUPR perlu pengkajian,” lanjutnya lagi.

Ia hanya berharap ada jembatan pengganti dalam waktu dekat atau perbaikan dapat dilakukan siapapun yang berwenang. “Kemarin informasi memang pemkab tidak bisa, mau diserahkan provinsi atau pusat. Semoga saja bisa cepat dibangun lagi karena fungsinya memang penting,” pungkas Sunhadi. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia