Selasa, 17 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Sempat Berhenti, Galian C Ilegal di Rejoagung Ngoro Kembali Beroperasi

25 Maret 2019, 08: 02: 21 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Aktivitas galian C di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang

Aktivitas galian C di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Geliat aktifitas penambangan galian C ilegal kembali muncul. Salah satunya terlihat di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang yang sempat berhenti lantaran ada sidak dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang. Bahkan, aktivitas tersebut berlangsung hingga 24 jam.

“Memang galian ini sempat berhenti setelah ada sidak dan alat berat telah diangkat dari lokasi,” ujar salah satu warga di sekitar lokasi, yang namanya enggan dikorankan. Dia mengaku heran, setelah dilakukan sidak beberapa waktu lalu, ternyata pemilik tambang masih berani melakukan aktifitas seperti sediakala.

“Baru tiga hari mulai melakukan galian lagi,” ungkapnya. Kembali beraktifitas penambangan itu membuat dia dan warga sekitar bertanya apakah galian tersebut sudah mempunyai izin atau tidak. Karena berdasar informasi yang didapat, memang belum mengantongi izin. “Apabila belum berizin kami harap ada tindakan tegas,” katanya.

Jika tidak, maka aktivitas penambangan galian semakin meluas. “Lingkungan disini menjadi rusak,” tambah dia. Parahnya lagi, dampak dari penambangan galian itu air sumur warga menjadi kering. Sehingga warga kesulitan mencari air. Selain itu, petani juga kesulitan mencari air untuk mengairi sawah. “Kalau dibiarkan terus menerus warga semakin sulit mencari air,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Amin Kurniawan, Kasi Konservasi DLH Kabupaten Jombang mengatakan, sudah meninjau lokasi penambangan tersebut. Hanya saja, lokasi penambangan berdampingan dengan galian yang sudah berizin, sehingga pihaknya belum memasang plang larangan.

“Tapi setelah hasilnya keluar, memang sudah di luar titik kordinat. Sehingga galian tersebut ilegal,” ungkapnya. Setelah dilakukan sidak beberapa waktu lalu, dirinya mendapat kabar bila aktivitas penambangan berhenti. Jika sekerang beroperasi kembali, maka akan dilakukan peninjauan kembali. “Kami akan tinjau dulu ke lokasi,” tegasnya.

Pihaknya juga sudah berkirim surat ke Polres untuk segera menindaklanjuti. “Karena yang mempunyai wewenang melakukan penindakan mereka,” pungkas Amin. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia