Selasa, 17 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Petani Diwek Gelisah, Panen Berkurang karena Tanaman Diserang Penyakit

24 Maret 2019, 16: 32: 39 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi tanaman padi usai diserang penyakit.

Kondisi tanaman padi usai diserang penyakit. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Sejumlah petani di Desa Kayangan, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang saat ini dilanda rasa gelisah. Ini setelah padi tak berhasil tumbuh maksimal setelah terserang penyakit. Akibatnya, bisa ditebak produktivitas padi juga akan berkurang lebih banyak. 

Salah satunya seperti yang dirasakan Kander, warga sekitar. Dia menuturkan, padi miliknya semula terkena penyakit potong leher. “Padinya itu seperti dihisap, nggak ada isinya, batang juga kering,” katanya kemarin (22/3). 

Dia sudah berupaya memberikan obat-obatan. Namun sayang masih belum membuahkan hasil maksimal. “Satu minggu yang lalu sudah disemprot, pokoknya kalau nggak disemprot padi langsung menyusut,” imbuhnya sembari duduk-duduk di pinggir sawah. 

Padi miliknya saat ini tinggal menunggu masa panen. “Besok mau diambil, pakai perontok,” tutur dia. Kondisi ini bakal berdampak pada produksi padi. Diperkirakan gabah yang dipanen bakal berkurang. “Lihat padinya seperti ini kayaknya tidak seperti panen sebelumnya,” pungkas dia.

Sebelumnya, munculnya hama padi menjelang panen raya diakui Dinas Pertanian Kabupaten Jombang. Sampai sekarang ada dua hama yang diwaspadai, wereng batang cokelat dan busuk leher. 

Hadi Purwantoro Kepala Disperta Kabupaten Jombang pernah menyatakan, panen raya padi kali ini diprediksi berlangsung lebih awal April. Saat ini masih waspada terhadap hama  padi. “Sampai sekarang perlu diwaspadai. Itu wereng batang cokelat, busuk leher serta kresek santomonas,” jelasnya serius. 

Diakui, saat ini beberapa wilayah sudah mulai mengawali panen. Lantaran panen tidak serentak itulah ia khawatir serangan hama akan meluas. Meski begitu, sudah ada penanganan yang dilakukan. “Awal tikus, kemudian banjir di Kesamben. Terakhir jelang panen diserang wereng batang cokelat dan busuk leher. Sudah ada laporan, sementara hanya per spot,” pungkas dia. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia