Kamis, 19 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Anak Buruh Tani dari Pelosok Hutan Plandaan Juara 2 OSN SD Se-Jombang

23 Maret 2019, 10: 03: 09 WIB | editor : Binti Rohmatin

Arfian Yoga Pratama, Juara 2 OSN tingkat kabupaten Jombang bersama Kepala SDN Pojok Klitih 1, guru kelas, dan ibunya.

Arfian Yoga Pratama, Juara 2 OSN tingkat kabupaten Jombang bersama Kepala SDN Pojok Klitih 1, guru kelas, dan ibunya. (Mardiansyah Triraharjo/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Nama Arfian Yoga Pratama dalam beberapa waktu terakhir menjadi perbincangan banyak orang. Tak hanya di kampung halamannya di Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, perbincangan soal Arfian juga terjadi hingga meja pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

Bagaimana tidak, berasal dari sekolah yang ‘tak populer’ karena wilayah pelosok hutan yaitu SDN Pojok Klitih 1, Arfian meraih Juara 2 OSN tingkat SD se Kabupaten Jombang untuk mata pelajaran Matematika. Anak pertama dari pasangan Zaenal Arfianto dan Ernawati ini mematahkan opini banyak pihak; tiga besar OSN adalah milik pelajar dari SD unggulan.

Terlahir sebagai anak dari keluarga sederhana, Arfian Yoga Pratama menunjukkan, kerja keras dalam belajar tak menjadi halangan dalam meraih prestasi. Siswa kelas 5 ini akan dikirim ke Surabaya bersama dua siswa lainnya untuk mewakili Jombang dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Jawa Timur.

Kemarin (22/3), Jawa Pos Radar Jombang menemui Arfian di sekolahnya. Didampingi Kepala SDN Pojok Klitih 1 Sutikno, Arfian sedang tidak ada kegiatan belajar. Pihak sekolah kebetulan sedang melaksanakan pertemuan dengan orang tua siswa. “Kami memang sengaja mengumpulkan orang tua wali, karena banyak hal yang perlu kami sampaikan. Termasuk juga mengenai OSN ini,” katanya. 

Apalagi dengan hasil OSN tahun ini, pihaknya merasa perlu melibatkan peran orang tua wali untuk persiapan OSN tahun depan. “Kami sampaikan siswa yang saat ini kelas 3 dan 4, akan diproyeksi untuk OSN tahun depan. Tanpa keterlibatan orang tua, hasil maksimal dalam OSN tidak akan bisa dicapai,” lanjutnya. 

Terkait prestasi yang diraih SDN Pojok Klitih 1 dalam OSN tahun ini, Sutikno tak menampik jika sangat mengejutkan. “Awalnya memang kami tidak terlalu optimis. Namun ketika Arfian lolos seleksi tingkat Kecamatan Plandaan, disitu optimisme kami semakin tumbuh,” imbuhnya.

Sutikno menjelaskan, saat seleksi tingkat Kecamatan Plandaan, pihaknya hanya mengirim dua anak. “Masing-masing satu anak untuk mata pelajaran Matematika dan IPA. Pada tingkat kecamatan, hanya Arfian yang lolos 10 besar dengan peringkat pertama,” tambahnya. Selanjutnya, pembinaan kepada 10 siswa tersebut dilakukan secara intensif di Wilker Pendidikan Kecamatan Plandaan.

“Kemudian ada seleksi lagi dan diambil enam besar, Arfian masih menempati peringkat pertama. Pada seleksi terakhir yang diambil tiga besar, Arfian juga kembali menempati peringkat pertama,” ujarnya. Tiga anak dari OSN mata pelajaran Matematika, ditambah tiga anak dari mata pelajaran IPA, lalu dikirim untuk mengikuti seleksi tingkat kabupaten.

Bersaing dengan siswa dari 20 kecamatan, hanya satu anak dari Kecamatan Plandaan yang lolos enam besar tingkat kabupaten. “Hanya Arfian yang lolos, itu juga peringkat ke-6 atau terbawah. Enam siswa terbaik ini lalu mendapat pembinaan dari dinas,” katanya. Setelah lima hari mengikuti pembinaan, enam siswa ini kembali diseleksi untuk diambil tiga besar. 

Hasilnya, Arfian yang sebelumnya peringkat ke-6, pada seleksi akhir finish di peringkat ke-2. “Ini semacam babak final, semuanya tidak menyangka karena Arfian awalnya tidak diunggulkan,” pungkasnya.

Jawa Pos Radar Jombang juga sempat bertemu dengan Ernawati, ibu dari Arfian. Ernawati mengaku, suaminya bekerja sebagai kondektur bus di Sidoarjo. Sementara ia sendiri adalah buruh serabutan, dan sehari-hari tinggal di Dusun Klitih. “Bapaknya pulang satu bulan sekali, di rumah juga jadi buruh tani. Sama dengan saya, kalau di rumah kerja seadanya. Diajak ke sawah jadi buruh tani juga sering,” katanya.

Ernawati mengaku Arfian sama sekali tak mengikuti kegiatan les atau tambahan belajar. Kemampuan Arfian dalam mata pelajaran Matematika, sudah diketahui Ernawati sejak anaknya masih TK. “Dulu ada salah satu guru TK yang mengatakan, kalau Arfian itu punya bakat di Matematika,” imbuhnya. 

Ia sendiri sebenarnya ingin mengikutkan anaknya ke kegiatan bimbingan belajar. Namun karena jarak yang jauh, ditambah kondisi ekonomi, membuat keinginan itu harus ditahan dalam-dalam.

Untuk diketahui, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang mengantarkan enam siswa SD/MI dalam OSN tingkat Provinsi Jawa Timur. Enam siswa itu terbagi dalam dua kategori, OSN Matematika dan IPA. Untuk Matematika meliputi Yodha Tegar Segara Bening siswa SDN Kepanjen II Jombang (juara 1), Arfian Yoga Pratama SDN Pojo Klitih 1 Plandaan (juara 2), Syahfana Pelangi siswi SDN Talunkidul Sumobito (juara 3).

Sedangkan kategori IPA meliputi Ali Ahriza Ahda Yusroni siswi SDIT Al Ummah Jombang (juara 1), Hizkya Jose Immanuel Anjello dari SDN Bareng 3 (juara 2), serta M Nabil F.F dari MIN 4 Jombang (juara 3). Sebelum berangkat ke OSN Provinsi Jatim, mereka mendapat pembinaan selama lima hari. (*)

(jo/mar/bin/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia