Rabu, 18 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Program Seragam Batik Batal, Komisi D Minta Pemkab Jombang Cari Solusi

23 Maret 2019, 09: 35: 58 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ketua Komisi D DPRD Jombang, M Syarif Hidayatulloh

Ketua Komisi D DPRD Jombang, M Syarif Hidayatulloh (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Batalnya seragam batik bagi siswa baru jenjang SD/MI-SMP/MTs, kembali dipertanyakan wakil rakyat. Ketua Komisi D DPRD Jombang, M Syarif Hidayatulloh menyebut, Pemkab Jombang masih ada waktu mencarikan solusi baik untuk seragam batik maupun ongkos jahit.

”Saya mengapresiasi kinerja pemkab. Tapi bupati dan wabup saat kampanye dulu sudah berani menjanjikan, dan bagaimanapun harus dipertanggungjawabkan,” ujar dia kemarin. Dikatakan, selama ini ASN Pemkab Jombang memakai seragam batik. “Ini juga perlu kejelasan. Kan, pemkab punya seragam batik. Itu hak patennya milik siapa?” ujarnya.

Syarif menambahkan, masyarakat sudah begitu antusias menyambut pengadaan seragam gratis bagi siswa baru. Sesuai tujuannya, program ini dijanjikan bupati/wabup sebagai bentuk kepedulian di dunia pendidikan khususnya pembelian seragam baru yang selalu memberatkan para wali murid. ”Kalau semisal salah satu dari empat paket seragam gagal. Ini kan sama saja programnya meleset,” terangnya.

Pada intinya, Syarif tidak ingin masyarakat terbebani pembelian seragam gratis. Apalagi, ini merupakan tahun pertama kepemimpinan Bupati Mundjidah dan Wabup Sumrambah. Maka bupati dan wabup wajib merealisasikan untuk memenuhi janjinya. ”Semua kan bisa dicarikan solusinya, karena selama ini masyarakat kan sudah berharap penuh dan pemkab harus mengupayakan,” tandasnya.

Gus Sentot, sapaan akrabnya menjelaskan, pemkab sudah melakukan pembohongan publik. Ini setelah apa yang dijanjikan tidak sesuai program mereka. ”Kalau tahun ini batal, kan sama membohongi publik. Toh, pada ujung-ujungnya masyarakat harus mengeluarkan uang,” pungkasnya.

Data yang dihimpun wartawan koran ini, Pemkab sudah mengalokasikan pengadaan kain seragam batik bagi siswa SD sebesar Rp 1,3 miliar. Sedangkan untuk siswa MI sebesar Rp 892 juta. Serta untuk siswa SMP dan MTs masing masing adalah Rp 1,7 miliar dan Rp 1,3 miliar. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia