Jumat, 19 Apr 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Ada Tower Berdiri di Desa Grogol Diwek, DPMPTSP Akan Lakukan Cek Data

23 Maret 2019, 09: 15: 22 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Tower yang berada di Dusun Bongsorejo, Desa Grogol, Kecamatan Diwek.

Tower yang berada di Dusun Bongsorejo, Desa Grogol, Kecamatan Diwek. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Kepala DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kabupaten Jombang Syamto belum bisa memastikan terkait izin berdirinya tower yang berada di Dusun Bongsorejo, Desa Grogol, Kecamatan Diwek. Pihaknya mengaku butuh melakukan cek ke lapangan dan melihat data terlebih dahulu. 

“Jadi nanti kita konfirmasi ke petugas saya. Saya cek dulu,” kata Syamto dikonfirmasi melalui sambungan selulernya. Melihat tower yang ada di Desa Grogol sama dengan di Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro, mulai dari bangunan hingga plakat yang terpasang. 

Meski begitu dia tak berani memastikan apakah tower itu sama dengan yang ada di Desa Sidowarek. “Karena kan saya masih baru, kalau pun ada permohonan itu masuk melalui bagian perizinan. Tidak melalui surat ke saya langsung,” ungkap dia.

Kendati begitu kata Syamto, seluruh bangunan yang belum memiliki izin tidak diperkenankan beroperasi. “Jadi pada prinsipnya selama perizinan belum keluar, walaupun membangun, tidak boleh operasional. Walaupun sudah jadi dan tidak sesuai dengan aturan, selamanya tidak boleh operasional. Itu sudah prinsip kita,” pungkas Syamto. Syamto juga menegaskan, dalam pendirian tower seluruh persyaratan juga harus dipenuhi sebelum terbit izin.  ”Kan itu juga membutuhkan UKL-UPL dan lain sebagainya,” bebernya.  

Kades Grogol, Kecamatan Diwek, Khabibah, mengakui di wilayah setempat sejak beberapa waktu lalu tengah dibangun tower seluler. Lokasinya ada di perbatasan Dusun Bongsorejo dengan Dusun Dempok. “Jadi itu tanahnya ikut Dusun Bongsorejo dan dekat Dusun Dempok. Perbatasan dua dusun,” kata Khabibah dikonfirmasi melalui sambungan selulernya kemarin (22/3). 

Meski begitu, hingga sekarang ini Khabibah belum mengetahui apakah tower itu sudah mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). “Untuk izin sampai hari ini saya belum tahu, belum tanya ke yang membangun. Besok (hari ini) saya coba tanyakan lagi,” imbuh dia. Khabibah mengaku pihak pengusaha sudah datang ke desa. “Jadi kemarin itu sudah permisi, sudah ada rapat lingkungan dengan warga dan minta persetujuan,” imbuh dia.

Sayangnya dia tak sebegitu hafal nama dari pengusaha yang membangun tower itu. “Lupa saya kalau nggak lihat dokumennya dahulu,” sambung Khabibah. Dia kembali menegaskan terkait izin mendirikan bangunan itu belum mengetahui persis. “Masalah izin sudah keluar apa belum saya belum tahu,” pungkas dia. (*)

(jo/fid/yan/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia