Sabtu, 07 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Dituduh Mencuri Pisang, Seorang Warga Bojonegoro Dihajar Warga

23 Maret 2019, 09: 11: 38 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Barang bukti pisang yang diamankan petugas Polsek Tembelang.

Barang bukti pisang yang diamankan petugas Polsek Tembelang. (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – R, pria asal Bojonegoro ini jadi bulan-bulanan warga Desa Bedahlawak, Kecamatan Tembelang, Kamis (21/3) malam. Ini setelah dirinya dituding hendak mencuri pisang di kebun warga. 

Kejadian ini berawal saat warga Desa Bedahlawak diresahkan dengan kejadian pencurian pisang. Sejak beberapa bulan terahir, warga menduga jumlahnya juga sudah cukup banyak. “Ya memang sering ada kehilangan pisang di sini. Kalau ditotal mungin sudah satu truk mungkin. Cuma mengambilnya tidak langsung, biasanya dua-tiga hari sekali, menunggu warga lengah,” terang Surono, warga yang juga saksi saat kejadian.

Hingga Kamis malam kemarin, warga kembali dikejutkan dengan upaya pencurian. Ini setelah warga menemukan tujuh tundun pisang di kebun telah berpindah tempat. Pisang-pisang ini telah dipotong dari pohonnya dan disembunyikan di balik rimbun daun ketela di di bantaran Sungai Brantas. 

Warga yang telah mengintai, mencurigai salah satu orang asing yang disebut warga beberapa kali mondar mandir di sekitar kebun pisang. Setelah dibuntuti, pria yang diketahui bernama R ini akhirnya masuk masjid. Dan saat keluar, langsung dikerumuni dan dihajar warga. 

Warga yang tengah emosi itu juga merusak motor Honda Revo milik R. Ia pun akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian beserta tujuh tandan pisang yang dituding warga hendak dicurinya.

“Saat kami datang, massa sudah berkerumun, bahkan sempat tidak boleh kita bawa. Waktu itu si R ini sudah habis dipukuli, motornya juga  dirusak,” terang Kapolsek Tembelang Kompol Ismono Hardi.

Hingga kemarin, polisi mengaku masih belum menetapkan status hukum  kepada R. Ini setelah minimnya bukti yang dimiliki polisi. Terlebih menurut Hardi, R tak mengakui jika dirinya sedang mencuri. 

“Dia mengaku sedang menunggu teman yang memasang sound system. Kebetulan barang bukti yang diserahkan warga juga tidak sedang dibawanya ketika ditangkap warga,” lanjutnya.

Karena bukti yang kurang, polisi menyebut hingga kemarin masih mengamankan terduga dan motornya yang rusak. Hardi menyebut sampai kemarin masih intensif memeriksa saksi-saksi yang ada. “Masih diamankan di mapolsek, saksi masih diperiksa,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia