Sabtu, 19 Oct 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Tower yang Diduga Ilegal Kembali Ditemukan, Berada di Wilayah Diwek

23 Maret 2019, 09: 07: 05 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Tower yang berada di Dusun Bongsorejo, Desa Grogol, Kecamatan Diwek.

Tower yang berada di Dusun Bongsorejo, Desa Grogol, Kecamatan Diwek. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Tower selular baru yang diduga tak berizin kembali ditemukan. Tower ini berlokasi di Dusun Bongsorejo, Desa Grogol, Kecamatan Diwek. Lokasi tower ini berada di sudut dusun, lokasinya di perbatasan antara Dusun Bongsorejo dan Dusun Dempok, Desa Grogol.

Berada di sebelah utara jalan penghubung Cukir-Mojowarno, lokasinya di areal persawahan yang dekat dengan kebun, hingga jika tak diperhatikan tower ini sekilas tertutup rindang pohon. Bangunannya pun sama persis dengan tower ilegal  di Desa Sidowarek.

Berbentuk limas segitiga, tower ini menjulang setinggi 32 meter dengan tiga tiang penyangga utama. Pada plat yang terpasang di tiang bawah, tertulis fabricator tower ini adalah Bukaka Teknik Utama dan kontraktornya Samkang Indonesia. Tulisan ini sama persis dengan tower Sidowarek.

Bangunannya belum rampung sepenuhnya, saat Jawa Pos Radar Jombang datang, pintu pagar tower masih terbuka. Dua  pekerja di dalam pagar masih terlihat sibuk menata koral untuk menutupi tanah. Kendati demikian, instalasi listrik dan lampu penerangan terlihat sudah terpasang.

Saat ditanyai, dua pekerja ini menyebut tower ini memang belum rampung sepenuhnya. “Belum selesai mas memang, belum digunakan juga, ini masih menata koral di tanah,” ucap salah satu pekerja. Saat ditanya lebih lanjut perihal pembangun tower, ia pun menjawab tak tahu pasti. “Cuma yang jelas ini sepaket, di Jombang sendiri ada lima. Salah satunya di Kesamben katanya,” ujarnya singkat.

Sementara menurut salah satu warga di sekitar tower, pembangunan tower ini baru dilaksanakan dalam tiga mingu terakhir. “Baru sekali mas, belum ada satu bulan kok, kan belum selesai juga itu pembangunannya. Belum digunakan juga,” lanjutnya.

Saat ditanya perihal izin tower ini, ia pun mengaku tak tahu anyak. Hanya saja, beberapa warga dan pemilik tanah yang ditempati tower disebutnya telah menerima kompensasi. “Kalau izin saya tidak tahu ya, cuma kalau sama orang-orang sini sudah semua, jadi dari yang saya tahu pemilik lahan di sekitar tower itu dapat Rp 2 juta, sementara sewa tanahnya sendiri Rp 70 juta selama sepuluh tahun, itu saja,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia