Selasa, 17 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Dibiarkan Mangkrak, Galian Kabel di Jalan Provinsi Bahayakan Warga

22 Maret 2019, 09: 43: 28 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi sejumlah galian kabel di sepanjang jalur provinsi Jombang-Ploso terpantau mengkrak dan membahayakan para pengguna jalan yang melintas.

Kondisi sejumlah galian kabel di sepanjang jalur provinsi Jombang-Ploso terpantau mengkrak dan membahayakan para pengguna jalan yang melintas. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Kondisi sejumlah galian kabel di sepanjang jalur provinsi Jombang-Ploso terpantau mengkrak dan membahayakan para pengguna jalan yang melintas. Berminggu-minggu, galian ini berhenti lantaran diduga kuat proses izin belum beres sehingga dihentikan langsung oleh dinas terkait.

Seperti yang terpantau di ruas Jl KH Wahab Hasbullah Sambong misalnya, terlihat galian meninggalkan lubang cukup dalam di sepanjang jalan. Beberapa lubang cukup berjarak dengan jalan, namun banyak juga yang lokasinya mepet di bahu jalan. Di lokasi ini lubang berukuran 1 meter dengan kedalaman hingga 10 centimeter memenuhi bahu jalan.

Meski telah terlihat sudah diuruk, namun dilakukan seadanya dan tak menutup semua. “Seperti itu saja, dibiarkan mangkrak, selangnya juga masih diatas, kabel belum dipasang. Padahal sudah lebih dari dua minggu pengerjaannya,” ucap Muzahhir, salah seorang warga sekitar lokasi.

Galian ini disebutnya mangkrak selama berminggu-minggu tanpa kejelasan. Bahkan gara-gara lubang itu beberapa pengendara jalan ada yang sempat menjadi korban. “Ada saja yang kepreset, dulu juga ada truk sempat terjebak di dekat lampu merah. Kalau memang tidak dilanjutkan kok ya nggak ditutup saja sekalian,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sugeng, Pengawas Jalan provinsi dari Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur mengakui kondisi galian yang mangkrak. Menurutnya, proyek tersebut memang sengajat dihentikan lantaran kelengkapan berkas pengajuan izin tidak beres.

“Izinnya itu 2018 lalu, sekarang kan sudah ganti tahun. Jadi harus dihentikan sementara sampai dia ngurus izin kembali, otomatis pekerja juga libur,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang (21/3). Menurut dia, penutupan yang tidak sempurna itu disebabkan proses pemasangan kabel yang belum selesai sepenuhnya. Setidaknya, terlihat dari selongsong kabel yang terlihat masih mendongak ke atas jalan.

“Memang belum selesai, belum dipasang kabelnya, sehingga seperti itu kondisinya,” lanjut dia. Saat ditanya perihal lubang yang dinilai warga membahayakan, ia mengaku akan segera mengecek lagi kondisi lubang agar bisa segera dilakukan penutupan.

“Sudah saya sampaikan sebelumnya kepada pemasang, yang membahayakan tolong ditutup. Tapi kalau memang ada yang masih membahayakan dan belum ditutup sempurna, besok akan kita cek untuk ditutup langsung,” pungkas Sugeng. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia