Rabu, 18 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Program Segaram Batik Batal, DPRD Minta Pemkab Jombang Cari Solusi

22 Maret 2019, 09: 38: 42 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Wakil Ketua DPRD Jombang Masud Zuremi

Wakil Ketua DPRD Jombang Masud Zuremi (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Batalnya pengadaan kain seragam batik pada program pengadaan kain gratis kembali ditanggapi DPRD. Wakil Ketua DPRD Jombang Masud Zuremi mengingatkan program kain gratis yang sebelumnya program seragam gratis ini merupakan visi misi bupati saat terpilih.

”Jadi kemarin saya mendapat informasi memang untuk batik tidak diadakan dahulu karena terkendala hak cipta,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (21/3). Soal seragam batik ini, Masud Zuremi minta pemkab untuk meneliti ulang alasannya. “Seingat saya, Pemkab Jombang punya batik yang sudah dipatenkan. Coba ini dikonfirmasi,” urainya.

Dijelaskan, karena gagal diakomodir dia berharap pemkab memberikan solusi. Apalagi, ini tahun pertama realisasi program tersebut. ”Artinya, kalau sudah teranggarkan dalam APBD kami berharap ada solusi. Misalnya kalau tidak bisa direalisasikan tepat waktu, paling tidak nanti harus segera memberikan penjelasan dan sosialisasi kepada pihak terkait. Mulai dari komite, sekolah, dan stakeholder terkait, khususnya kepada masyarakat itu sendiri,” beber dia.

Di sisi lain dia juga mempertanyakan sikap pemkab kenapa menganggarkan anggaran hingga berpuluh puluh miliar bila pada akhirnya tidak terserap maksimal. ”Dari dulu kan saya wanti-wanti agar tidak gegabah sambil mempersiapkan program tersebut dengan matang. Tapi akhirnya sudah dianggarkan dan batal terserap seperti ini,” beber dia.

Masud juga menjelaskan, terkait pemberian ‘kain’ bukan seragam kepada walimurid tentu bakal tetap membebani orang tua. Karena yang diberikan dalam bentuk kain, tentu ongkos jahit seragam untuk dua stel (merah putih dan pramuka) tersebut tidaklah murah. ”Tentu nanti ada kendala lagi kepada walimurid,” jelas dia.

Untuk itu, Masud berharap agar Pemkab sedini mungkin melakukan sosialisasi tentang kesiapan program kain gratis tersebut. ”Ya harus bertindak cepat agar lebih diterima masyarakat khususnya walimurid,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu paket pengadaan seragam gratis untuk siswa baru jenjang SD/MI-SMP/MTs yakni seragam batik batal diakomodir. Selain waktu untuk menentukan spesifikasi batik butuh kajian yang agak lama, juga terkendala hak cipta. Akhirnya Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang memutuskan tidak mengakomodir paket batik tahun ini.

Menurut Kadisdikbud Jombang Budi Nugroho,  sesuai juknis pengadaan seragam gratis ada 16 paket yang akan masuk lelang. Namun setelah dikaji matang, akhirnya khusus untuk batik batal diakomodir. ”Jadi memang benar, untuk paket batik kita tunda di tahun ini,” ujar dia melalui Ahmad Rofiq As’ari, Kabid pembinaan SD Dikbud Jombang.  (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia