Jumat, 19 Apr 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Versi Pemdes Jombang, Kerugian Akibat Kebakaran Capai Rp 295 Juta

22 Maret 2019, 09: 36: 19 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Bupati Jombang saat meninjau kondisi kios pedagang yang terbakar beberapa waktu lalu.

Bupati Jombang saat meninjau kondisi kios pedagang yang terbakar beberapa waktu lalu. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Pemerintah Desa Jombang mengklaim nilai kerugian yang timbul akibat terbakarnya 30 kios di Pasar Legi sisi utara lebih dari penghitungan polisi. Kepala Desa Jombang Endang Milaningsih mengungkapkan, dari laporan yang diterima, total kerugian mencapai sekitar Rp 295 juta. Sementara jumlah lapak pedagang yang terbakar mencapai 23 unit.

“Jadi berdasarkan laporan ketua paguyuban pasar emplasemen kemarin, itu sekitar 295 juta untuk pemilik bedak. Ada 23 bedak, yang kecl-kecil memang tidak dimasukkan ke laporan. Seperti pedagang yang jualan pakai meja,” kata Endang dikonfirmasi kemarin (21/3).

Laporan tersebut dikirim ke Pemkab Jombang beserta pihak kepolisian serta PT KAI. Untuk sementara pihakya masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari pemkab. Sebab, menurut dia, untuk pembangunan kios misalnya dia sendiri belum mengetahui seperti apa. “Yang jelas kemarin itu Bu Rinto Wati direktur BUMDes sudah melaporkan ke PT KAI. Nanti bagaimana kelanjutannya. Saya sendiri masih belum tahu,” imbuh dia.

Pihaknya sementara hanya melaporkan kejadian itu saja. “Soal bangun lagi masih belum tahu, soalnya tanah itu milik PT KAI,” papar Endang. Endang kemudian menceritakan perjalanan pengelolaan emplasemen pasar itu dilakukan BUMDes Jombang. Tepatnyaa sejak 2017 lalu. “Jadi begini PT KAI waktu itu sewanya naik drastis, sedangkan dinas perdagangan mengaku tidak mampu menyewa karena harganya terlalu tinggi,” sambung Endang.

Akhirnya para pedagang kemudian membentuk pagyuban pasar emplasemen. “Ternyata dari sana (PT KAI) nggak mau, mereka maunya yang berbadan hukum. Akhirnya dinas menunjuk BUMDes Jombang yang mengelola,” beber dia.

Hingga sekarang penyewa lahan PT KAI itu atas nama BUMDes Jombang. “Kalau untuk bedak memang sudah ada sejak lama. Waktu ada pembangunan Pasar Legi kemudian pedagang direlokasi ke situ, isitilahnya sudah enak kemudian mereka tidak balik lagi ke Pasar Legi,” pungkas Endang bercerita. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia