Rabu, 18 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Kawasan Amburadul, DPRD Minta Penataan Ulang Pedagang di Pasar Legi

22 Maret 2019, 09: 27: 10 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pedagang pasar Legi terpantau sedang membersihkan sisa-sisa kebakaran.

Pedagang pasar Legi terpantau sedang membersihkan sisa-sisa kebakaran. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Kebakaran kios pedagang di areal emplasemen Stasiun Jombang lama belakang Pasar Citra Niaga, Minggu (17/3) malam ditanggapi kalangan DPRD. Pemkab Jombang diminta segera turun tangan untuk menata ulang pedagang yang berjualan di sepanjang Jl KH Mimbar dan Jl Seroja.

Ini disampaikan Ketua DPRD Jombang Joko Triono. Dia menyampaikan, dari insiden kebakaran tersebut pemkab harus berbenah total. Tidak hanya sekadar membantu pedagang terdampak mendirikan kios baru, namun pemkab harus menata penataan Pasar Legi bagian belakang agar tidak semakin semerawut. ”Saya juga prihatin dengan kejadian kemarin. Namun saya lebih prihatin lagi melihat kondisi Pasar Legi khususnya di Jl Seroja dan KH Mimbar,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang (21/3).

Dia menjelaskan, keberadaan pedagang di sepanjang Jl Seroja, dan Jl KH Mimbar sangat semerawut. Banyaknya kios semi permanen hingga pedagang yang menjual dagangan mereka di atas mobil pikap makin menambah kemacetan. ”Untuk itu, kami atas nama DPRD meminta pemkab sekaligus menata. Jadi tidak hanya memperhatikan pedagang yang kiosnya terbakar saja. Namun semuanya perlu penataan ulang,’’ papar dia.

JT, sapaan akrab Joko Triono menambahkan, dari insiden kejadian kebakaran beberapa waktu lalu pemkab harus bisa mengambil pelajaran. Bahwa kondisi pasar legi khususnya di areal emplasemen Stasiun Jombang lama perlu penataan ulang. ”Memang kondisinya tidak tertata. Coba kalau lewat di pagi hari, itu sering macet. Apalagi, pembeli yang berbelanja rata-rata memarkir kendaraan mereka di pinggir jalan. Sehingga kendaraan yang lain tidak bisa lewat,’’ papar dia.

JT menguraikan, jika ini dibiarkan terlalu lama bisa jadi kondisi PCN bagian belakang akan semakin semerawut. Bahkan, Jalan Seroja dan Jl KH Mimbar menjadi penuh dan makin sesak dengan pedagang. ”Ya kami memang tidak bisa menyalahkan pedagang tersebut. Karena mereka jualan juga untuk mencari nafkah. Namun disisi lain kita harus taati aturan, jangan sampai semakin banyaknya pedagang mengganggu pengguna jalan yang melewati jalan tersebut,’’ tandasnya. 

Politisi PDIP ini kemudian memberikan solusi berupa pemanfaatan lantai II yang ada di Pasar Citra Niaga dan Pasar Ngrawan di Kecamatan Tembelang. Menurut dia, rencana awal pemkab melakukan relokasi sangat mungkin perlu dilakukan agar keberadaan PCN makin tertib. ”Ini memang tidak mudah. Karena butuh pendekatan persuasif dan proses yang lama. Namun saya yakin jika pemangku kebijakan mau mengajak bicara pedagang dan berembuk dengan pedagang. Insya allah mereka akan mengerti,’’ pungkasnya dia. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia