Selasa, 24 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Dinas PUPR Sebut Jembatan Ambruk di Karobelah Bukan Kewenangannya

22 Maret 2019, 09: 24: 52 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Jembatan di Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung yang ambruk karena derasnya arus air sungai.

Jembatan di Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung yang ambruk karena derasnya arus air sungai. (M.Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Penanganan jembatan di Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung yang ambruk bakal lebih lama. Ini setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten  Jombang belum bisa memastikan, karena masih akan melakukan cek lapangan.

Setiawan Afandi, Kabid Bina Marga PUPR Jombang saat dihubungi Jawa Pos Radar Jombang mengatakan, setelah mengetahui kerusakan pada jembatan pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi. “Hari ini (kemarin) teman-teman dari PUPR sama BPBD memang meninjau kondisi jembatan itu. Jadi baru pemetaan ini tadi,” terangnya

Karena itu, saat ditenya perihal apakah akan ada perbaikan dari dinasnya, ia mengaku belum tahu pasti. Selain berdiri di atas Kali Gunting yang merupakan wilayah kerja BBWS, setelah penilaian dirinya juga mengaku masih harus ada rapat tambahan.

“Kalau penanganannya seperti apa, kita masih menunggu. Jadi setelah peninjauan ini, kita akan rapatkan dulu sama dinas terkait. Apakah bisa kita tyangani atau nentinya wewenang pihak lain,” sambungnya.

Terlebih menurutnya, kerusakan jembatan itu juga diakibatkan proses pembangunan yang tidak standar. Menurut setiawan, jembatan yang berdiri itu memang bukan pekerjaan Dinas PUPR Kabupaten Jombang.  

“Ya, memang konstruksinya bukan konstruksi PU itu, jadi bukan dari PU yang membangun dulu. Sehingga ketika tanggulnya terkikis, roboh itu. Makanya kita perlu kaji dulu ini untuk keputusan perbaikannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jembatan penghubung   dua kecamatan di Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung ambles. Beruntung tidak ada korban jiwa dari insiden ini. Namun akses lalu lalang warga terganggu.

“Khususnya anak-anak kalau mau ke sekolah harus memutar cukup jauh,” terang Muhtar, salah satu warga sekitar. Dijelaskan, kejadian bermula hujan deras yang mengguyur wilayah Mojoagung Selasa (19/3). “Hujan deras sejak sore sampai malam mas,” imbuhnya.

Akibatnya volume air di Sungai Kaligunting pun naik drastis. Usia jembatan yang tua serta kondisi bagian pondasi jembatan yang mulai rapuh, tak mampu menahan gempuran arus yang deras.

Hingga Rabu (20/3) dini hari, sekitar pukul 00.30 sebagian material jembatan ambruk ke dasar sungai. “Memang kondisi jembatan sebelumnya sudah rawan, khususnya ujung barat,” imbuhnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia