Selasa, 17 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Hukum

Polisi Lanjutkan Pemeriksaan Tersangka Suap Pendirian Pabrik Aqua

22 Maret 2019, 09: 08: 21 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu (M.Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Penyidikan kasus dugaan suap pendirian pabrik Aqua di Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang terus berlanjut. Penyidik akhirnya menjadwalkan pemeriksaan dua tersangka oknum perangkat desa yang diduga turut menikmati aliran dana suap.

Keduanya tersangka, yakni Z, 46, selaku Kasi Pemerintahan Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno dan S, 55, Kasun Sukorejo. ”Untuk hari ini, kita periksa satu tersangka, saudara Z dulu,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu (21/3) kemarin.

Informasi yang dihimpun, sekira pukul 12.10 WIB, Kasi Pemerintahan Desa Grobogan itu tiba di Polres Jombang. Dirinya segera menuju ruangan penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Jombang. ”Kita periksa sekitar tiga jam tadi,” imbuhnya.

Adapun materi pemeriksaan, lanjut Pratas, tentunya berkaitan dengan pengembangan  perkara suap yang menjerat kades grobogan non-aktif Agus Hadi Cahyono yang kini sudah mendapat vonis hakim. ”Kalau detailnya tidak bisa kita sampaikan sekarang, minggu depan kita lanjutkan pemeriksaan terhadap satu tersangka lainnya,” tegasnya.

Sebelumnya, usai berhasil menjebloskan Agus Hadi Cahyono, 49, Kades Grobogan non-aktif dalam kasus suap pengurusan izin pendirian pabrik Aqua. Terus mendalami dugaan keterlibatan tersangka lain.

Setelah melakukan gelar perkara, penyidik akhirnya menetapkan Z, 46, selaku Kasi Pemerintahan Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno dan S, 55, Kasun Sukorejo sebagai tersangka.

Ada sekitar sembilan saksi dihadirkan ke ruang penyidik tindak pidana korupsi  Polres Jombang. ”Empat saksi dari unsur perangkat desa ,perwakilan pemilik tanah termasuk kepala desa ditambah empat saksi dari perwakilan PT Tirta Investama,” bebernya.

Sebelumnya Kades Grobokan non-aktif Agus Hadi Cahyono, tersangkut kasus  pungli pengurusan izin pendirian pabrik Aqua. Dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo, kades Agus telah divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsidair 4 bulan kurungan.

Kades didakwa menerima hadiah atau janji dari saksi, perwakilan (perusahaan, Red). Besaran uang suap yang diterima  dari perwakilan perusahaan tersebut, sekitar Rp 449,664 juta. Tapi yang dipakai kades sekitar Rp 174 juta, sisanya dibagikan ke sejumlah perangkat desa yang lain. Termasuk ke atasan kepala desa. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia