Selasa, 17 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Tak Menerima Pasien Korban Pemilu, GCK Jombang Minta Caleg Siap Kalah

21 Maret 2019, 15: 57: 47 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ODGJ yang dirawat di Yayasan Penuh Warna Griya Cinta Kasih ini memiliki hak pilih.

ODGJ yang dirawat di Yayasan Penuh Warna Griya Cinta Kasih ini memiliki hak pilih. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Pelaksanaan pemilu legislatif tersisa beberapa minggu lagi. Nasib 513 caleg yang terdaftar dalam daftar calon tetap (DCT) akan ditentukan 17 April mendatang. Bagi caleg kalah, mereka harus bersiap diri legowo. Sebab, tahun ini salah satu yayasan yang menangani ODGJ di Jombang tidak menerima pasien dari caleg stres. Alasannya, jumlah pasien ODGJ semakin banyak. 

”Ada enam orang dari caleg gagal yang berobat kesini,” ujar Jamiin, pengasuh salah satu yayasan di Desa Sumbermulyo kemarin (20/3). Dia mengakui, di periode sebelumnya banyak keluarga caleg gagal yang datang berobat kepadanya. Bahkan tidak hanya caleg, calon kepala desa hingga calon bupati yang gagal memenangkan suara  juga pernah berobat ke yayasan. 

Mereka rata rata stres berat karena kekalahan yang dialami hingga kejiwaannya terganggu. ”Tidak hanya caleg, pernah juga lurah hingga bupati gagal kesini ,” akunya. Untuk itu pada pemilihan legislatif tahun ini ia menyarankan caleg yang kalah harus bersiap legowo menerima kenyataan pahit. Sebab, dirinya tidak membuka lagi pelayanan caleg stres. 

”Tahun ini tidak. Nanti kalau ada ya biar mereka ke rumah sakit jiwa saja,” jelas dia. Alasannya, jumlah pasien yang dirawat di yayasan semakin banyak. Jumlahnya membeludak hingga 265 pasien dengan beberapa kategori, mulai dari kategori merah, kuning dan hijau. ”Ya karena tempat kami sudah penuh,” jawabnya. 

Selain tempat yang penuh, dia juga menilai setiap orang yang ikut nyaleg harus siap menang dan siap kalah. ”Kalau ikut nyaleg tidak siap kalah, ya jangan ikut nyaleg,” papar dia. Dalam pandangannya, seorang politisi yang nyaleg, harus tangguh dalam hal mental. Artinya, orang tersebut harus memiliki iman yang kuat. 

”Bila tidak orang tersebut akan down, stres, karena yang mereka kejar saat nyaleg hanya soal materi, jabatan, namun tidak siap kalah,” tandas dia. Apalagi mengobati caleg yang stres tidak mudah. Apalagi jika sampai stres berat karena membutuhkan penanganan khusus. 

”Ya tergantung tingkat stresnya, kalau ringan paling tidak sampai menginap, tapi kalau berat otomatis sampai berminggu-minggu,” pungkas Jamiin. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia