Selasa, 24 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Tak Terawat, Pal Batas Tanah Milik Pemkab Jombang Dibiarkan Roboh

21 Maret 2019, 15: 47: 01 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi salah satu pal aset tanah milik Pemkab Jombang di Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito yang tak terawatt.

Kondisi salah satu pal aset tanah milik Pemkab Jombang di Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito yang tak terawatt. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Salat satu aset pemkab yang tidak terawat terpantau di Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Satu diantara beberapa patok (pembatas) itu diketahui ambruk, kemarin (20/3). 

Lokasinya berada di pinggir jalan kabupaten atau sebelah utara Jembatan Tenggor. Sedikitnya ada empat patok terpasang bersebelahan dengan rumah warga. Termasuk plang aset nampak berada di tempat. “Itu tanah pengairan, soalnya ada di dekat tanggul sungai,” kata Wahyudi salah seorang warga yang tengah melintas.

Menurutnya, lahan tersebut selama ini dibiarkan kosong. Sesekali warga sekitar memanfaatkan lahan dengan menanam pohon pisang dan lainnya. “Dulu pernah ditanami singkong, kadang dibiarkan rumbuk,” imbuhnya. 

Meski lokasinya berdekatan dengan rumah warga, lahan itu terlihat tak terawat. Mengingat salah satu patok atau pal yang ada, tidak lagi berdiri. Patok yang roboh itu makin terlihat sangat lama karena tulisan aset Pemkab Jombang sudah tidak utuh lagi. Termasuk cekungan lokasi patok itu juga tak terlihat. “Kalu itu kurang tahu,” bebernya. 

Ambruknya patok ini tentu bakal berdampak pada pembatas lahan. “Jelas diukur lagi, ini nggak kelihatan tempatnya dulu dimana,” pungkas Wahyudi sembari berlalu.

Dikonfirmasi terpisah, Kades Madiopuro, Suwito Hadi mengakui adanya aset pemkab di desanya. “Memang benar hanya itu saja. Ada di utara jembatan,” katanya. Dia tak sebegitu hafal berapa luas aset Pemkab Jombang yang ada di lokasi tersebut. “Cuma sedikit, saya tidak hafal harus diukur dulu,” imbuh dia. 

Suwito mengakui sudah ada pembatas yang dipasang termasuk plang aset. “Pokoknya sudah ada pal tugu dari pemda. Lupa ada berapa pal, yang jelas ada di pinggir saluran irigasi,” ungkapnya. Saat ditanya pal yang ambruk ia mengaku tidak tahu. “Coba besok (hari ini, Red) saya cek kesana,” tutur Suwito.

Sepengetahuan dia, aset tersebut belum pernah diperuntukkan bangunan atau kegiatan tertentu. “Dari dulu ya kosong, memang pernah ditanduri pisang. Sudah kita bersihkan,” beber dia. Pihak desa sudah pernah mengajukan ke Pemkab Jombang untuk menggunakan aset itu untuk membangun pos kamling. 

“Dari pada di pinggir jalan kosong, kemarin sudah pernah mengajukan ke pemda untuk membangun siskamling ukuran 4X6 meter. Kalau pun nanti dibangun, sisa tanah yang ada juga tinggal sedikit,” pungkas Suwito. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia