Selasa, 24 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Bangun Kios Pakai Biaya Mandiri, Pedagang Pasar Legi Berharap Bantuan

21 Maret 2019, 11: 23: 57 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sejumlah pedagang yang terpantau mendirikan kios baru kemarin.

Sejumlah pedagang yang terpantau mendirikan kios baru kemarin. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Usai kebakaran  32 kios di areal emplasemen Stasiun Jombang lama belakang Pasar Citra Niaga, Minggu (17/3) malam, kini pedagang  mulai membangun kios lagi. Seperti terpantau kemarin (20/2) sejumlah pedagang tampak mendirikan kios baru di lahan yang masih penuh puing-puing bangunan itu. 

Pantauan di lokasi, masih terdapat police line (garis polisi) di area bekas kebakaran. Sejumlah pedagang terlihat mulai berbenah. Sebagian ada yang memperbaiki bangunan mereka, sebagian lagi membangun baru dengan konstruksi baja ringan. Seperti terpantau di kios milik Mujiono, 69 pedagang kelapa ini. Dia membangun kios baru dengan sejumlah pekerja. ”Ini saya membangun dengan biaya sendiri,” ujar dia.

Dia terpaksa membangun sendiri karena belum ada kepastian dari Pemkab Jombang. Baik bantuan material atau bantuan lainnya. Hingga H+3 kejadian kemarin, lokasi bekas kebakaran juga belum dibersihkan. Bongkahan kayu dan reruntuhan bangunan serta bekas barang dagangan masih berserakan di lokasi. 

”Kemarin pas ibu bupati kesini katanya masih dikoordinasikan (bantuannya), tapi belum tahu apakah nanti dapat bantuan atau tidak,” jelas dia.

Soal biaya pembangunan kiosnya, warga Desa Morosunggingan, Kecamatan Peterongan ini mengaku menggunakan biaya mandiri. Dia terpaksa hutang agar segera bisa berjualan lagi. ”Ya kalau tidak segera dibangun, bagaimana bisa mulai kerja. Karena ini satu satunya mata pencaharian saya,” terangnya. 

Mujiono mengatakan, dari kejadian kemarin total kerugiannya mencapai Rp 10 juta. Itu akumulasi dari bangunan dan barang dagangan yang ludes terbakar. ”Rata rata pedagang lain juga segituan. Namun ada yang lebih seperti pedagang sembako,” papar dia. 

Pria yang sudah berjualan di Pasar Legi selama 15 tahun ini berharap pemkab memberikan sedikit bantuan untuk pedagang. ”Ya saya berharap bantuannya segera turun. Kan nanti meringankan para pedagang yang kiosnya kebakar,” pungkasnya. 

Tidak hanya Mujiono yang mulai membangun, kemarin sejumlah pedagang juga terlihat membersihkan sisa-sisa kebakaran di kios mereka. Sebagian besar pedagang masih belum membangun atau membersihkan kios mereka. ”Sebagian pedagang belum memperbaiki,” celetuk pedagang lain dilokasi. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia