Selasa, 24 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Melihat Usaha Pengepulan Cacing Fosfor untuk Pemancing di Sukopinggir

21 Maret 2019, 10: 03: 28 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Usaha cacing fosfor yang berada di Dusun Kepuhrejo, Desa Sukopinggir, Kecamatan Gudo.

Usaha cacing fosfor yang berada di Dusun Kepuhrejo, Desa Sukopinggir, Kecamatan Gudo. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Usaha cacing ternyata juga cukup menguntungkan bila ditelateni. Selain perawatan mudah, harganya pun juga lumayan. Seperti dilakukan warga di Dusun Kepuhrejo, Desa Sukopinggir, Kecamatan Gudo.

Rumah milik Abdul Masrum, 35, di Dusun Kepuhrejo, Desa Sukopinggir, Kecamatan Gudo ini memang terlihat biasa saat dilihat dari depan. Dibangun dari kayu dan berpagar, rumah ini terlihat sederhana. Namun saat dibuka, pemandangan berbeda nampak di halaman depan rumah ini. Puluhan kotak kayu berukuran 1 x 5 meter nampak diletakkan berjajar. Beberapa kotak nampak diletakkan di bawah, namun ada juga yang diletakkan dengan ditumpuk. Kotak-kotak ini terlihat berisikan tumpukan tanah. Namun terlihat diberi tanda berupa tanggal, seolah kotak ini tak berisi tanah biasa.

“Ya memang bukan cuma tanah mas, itu di dalamnya ada cacing. Ditandai itu selain memberi tanggal, juga isinya, satu kotak itu harus berisi lima kilogram cacing.” ucap Abdul Masrum, pemilik rumah. 

Ya, Masrum memang telah menggeluti usaha ini sejak delapan tahun terakhir. Berbentuk usaha pengepulan, ia biasa menerima kiriman cacing dari banyak pencari cacing. Bahkan setoran cacingnya ini didatangkan dari luar kota. “Jombang ada yang setor, tapi lebih banyak biasanya dari daerah Kediri dan Nganjuk. Dikumpulkan ke sini terus kalau sudah terkumpul kita kirim lagi nanti,” lanjutnya.

Cacing yang ia kumpulkan ini adalah jenis cacing fosfor. Cacing-cacing ini biasa ditemukan di daerah-daerah humus dan tanah yang memiliki kelembaban tinggi. “Kalau bentuknya agak besar, warnanya putih, di kepalanya itu ada kuning-kuning. Kalau mencarinya ya di kandang sapi, sawah atau tempat sampah biasanya,” tambahnya.

Bukan tanpa alasan ia memilih jenis cacing ini untuk dikumpulkan. Menurut Masrum, perawatan cacing fosfor cenderung mudah, lantaran tak membutuhkan makanan tambahan selain ditutup dengan tanah uruk berupa tanah merah. Sedangkan pangsa pasarnya juga cukup besar, utamanya pemancing sungai.

“Kalau cacing fosfor ini kan bisa untuk semua ikan mau. Lha kalau cacing merah itu, biasanya hanya untuk umpan kalau ikannya lele. Ini kan memang biasanya buat pemancing-pemancing itu,” sebutnya.

Meski terlihat sederhana, usahanya ini ternyata beromzet cukup lumayan. Di musim-musim biasa, ia bisa mengirim hingga 40-50 kilogram cacing setiap 2-3 harinya. Dengan harga jual Rp 30 ribu per kilogram. Bahkan pendapatan lebih bisa ia dapat ketika musim hujan ketika cacing in lebih banyak berkembang biak.

“Kalau pas musim ramai biasanya sampai lebih dari dua kuintal per minggunya. Cacing-cacing ini biasanya dikirim ke Sidoarjo, Gresik dan Surabaya. Untuk dijual lagi ke pemancing-poemancing itu,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia