Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Serah Terima Aset 100 Kios di Kawasan Makam Gus Dur Mulai Diproses

19 Maret 2019, 08: 42: 03 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

100 kios yang berada di kawasan makam Gus Dur.

100 kios yang berada di kawasan makam Gus Dur. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Belum diserahkannya 100 kios di sebelah utara Minha (Museum islam Indonesia KH Hasyim Asyari) atau kawasan Makam Gus Dur diakui Satker BPL (Penataan Bangunan Lingkungan) Jawa Timur. Saat ini masih diproses serah terima aset dari pemerintah pusat ke Pemkab Jombang.

“Jadi sekarang itu memang belum diserahkan, akan tetapi dalam progres serah terima,” kata Panji Anuraga, PPK proyek dari Satker PBL (Pentaan Bangunan Lingungan) Jawa Timur kemarin.

Panji menyebut, nilai dari aset itu di atas Rp 10 miliar. Sehingga perlu izin dari menteri sekretaris negara. “Jadi kalau di bawah Rp 10 miliar itu cukup dirjen, kalau di atas Rp 10 miliar harus izin dari mensesneg,” imbuh dia.

Panji menyebut, jika disetujui,  nanti ada penyerahan dari kementerian ke Pemkab Jombang. “Sekarang pemerintah daerah tinggal memanfaatkan, lokasinya untuk apa. Karena kemarin untuk serah terima pengelolaan sudah ke PU,” beber dia.

Karena kewenangan pemkab, dia juga tak mengetahui untuk apa 100 kios itu. “Belum tahu dibuat apa, mungkin pakaian,” papar dia. Dia tak menampik dengan munculnya kerusakan di beberapa titik. Paling menonjol retakan pada lantai. Termasuk sudah terbukanya beberapa pintu kios itu.

“Memang ada yang dibuka, itu untuk dibersihkan. Kalau retakan itu masih wajar, dan ada toleransi. Soalnya tidak sampai di atas tiga mili. Yang terpenting kan tidak retak struktur,” beber Panji.

Meski sebelumnya direncanakan ada pembangunan lanjutan, menurut Panji hingga sejauh ini belum ada informasi lebih lanjut yang dia terima. “Masih belum, sampai sekarang belum ada perkembangan. Mudah-mudahan kalau memang dilanjutkan, tahun ini bisa terlaksana,” pungkas dia.

Sebelumnya, Kepala Disparpora (Kepemudaan Pariwisata dan Olahraga) Hadi Siswaji mengungkapkan, sampai sekarang belum mengetahui seperti apa pemanfaatan kios di tempat wisata religi tersebut.

Berada satu kompleks dengan UPT Pengelolaan Kawasan Religi Kabupaten Jombang, pengelolaannya masih menunggu serah terima dari pusat. “Asetnya itu masih milik Kementerian PUPR, sampai sekarang belum diserahkan ke pemerintah daerah,” katanya dikonfirmasi.

Karena belum ada serah terima aset itulah untuk pengelolaan dan pemanfaatan kios belum bisa dilakukan.  Saat ini pihaknya menunggu serah terima aset terlebih dahulu baru kemudian bisa dimanfaatkan. “Belum ada serah terima, maka pemkab belum bisa mengelola dan sementara kosong. Karena asetnya milik Kementerian PUPR,” pungkas Hadi.

Seperti diketahui, pemerintah pusat tahun lalu membangun kios. Proyek milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Ditjen Cipta Karya melalui APBN 2018 senilai Rp 8,7 miliar itu dibangun mulai 23 Mei-18 November 2018 lalu. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia