Rabu, 18 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Polres Jombang Tambah Personel Khusus untuk Pengamanan Logistik Pemilu

18 Maret 2019, 10: 33: 44 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sejumlah anggota kepolisian berjaha di gudang kotak suara milik KPU Jombang.

Sejumlah anggota kepolisian berjaha di gudang kotak suara milik KPU Jombang. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Satu bulan jelang pemilu, Polres Jombang terus meningkatkan pengamanan persiapan Pemilu 17 April. Selain menempatkan personel di kantor KPU dan Bawaslu Jombang, polisi juga menempatkan anggotanya mengamankan menjaga logistik pemilu.

”Untuk personel, kita ada penambahan tersendiri untuk mengamankan logistik pemilu,” terang Kabag ops Polres Jombang Kompol Kusen Hidayat, (17/3) kemarin. Dijelaskan, selama ini pihaknya menempatkan sejumlah personel untuk mengamankan dua kantor penyelenggara masing-masing kantor KPU Jombang di Jalan Romly Tamim, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto.

Selain itu, sejumlah personel juga disiagakan mengamankan kantor Bawaslu Jombang di Jalan Raden Wijaya, Desa Jelakombo, Kecamatan Jombang. ”Masing-masing dijaga dua regu, menjaga 24 jam non stop,” bebernya.

Seiring gelombang pengiriman logistik pemilu yang mulai berdatangan, pihaknya pun menyesuaikan dengan menambah personel yang fokus mengamankan logistik pemilu. Tidak hanya mengamankan di tempat, namun petugas juga selalu mengawal petugas saat distribusi logistik. ”Sekarang kita juga tempatkan anggota di gedung tenis indoor. Selain mengamankan logistik, sekaligus pengamanan kegiatan pelipatan surat suara,” imbuhnya.

Pantauan di lokasi, nampak sejumlah anggota kepolisian siaga mengamankan jalannya pelipatan surat suara. Tidak hanya itu, petugas juga aktif melakukan pemeriksaan barang bawaan petugas pelipat suara. ”Ini bagian dari upaya antisipasi kita mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Alhamdulillah, sampai sekarang terkait persiapan logistik pemilu, semua berjalan aman dan lancar,” tegasnya.

Selain mensiagakan  personel dari kepolisian, nantinya juga bekerjasama dengan TNI dan ormas. ”Sesuai pemetaaan awal kita, total pasukan yang kita siapkan sekitar 1.500 personel,” tegas Kusen Hidayat.

Berbekal pengalaman pengamanan saat penyelenggaraan pilbup tahun lalu, dari segi kesiapan personel di lapangan sudah lebih siap, terlebih selama ini pasukan juga diberikan pelatihan-pelatihan khusus terkait pengamanan pemilu. “Personel terus kita gembleng, termasuk kita lakukan simulasi-simulasi, bagaimana melakukan negosiasi, bagaimana mengendalikan aksi massa yang bisa membuat jalannya pemilu tidak kondusif, persiapan terus kita matangkan,” bebernya.

Tidak hanya itu, pihaknya pun tidak melupakan pengamanan unsur penyelenggara pemilu termasuk peserta pemilu. “Semua kita lakukan pemantauan,” imbuhnya. Sampai saat ini, secara umum pemantauan kondisi di lapangan masih kondusif. Namun, pihaknya terus mengoptimalkan peran tiga pilar memantau dan melaporkan perkembangan di wilayahnya masing-masing.

“Kita ada Bhabinkamtibmas yang sewaktu-waktu melakukan pemantauan di wilayahnya masing-masing,” bebernya. Terlebih sekarang lanjut Kusen, penyelenggaran pemilu kian dekat, tidak menutup kemungkinan terjadi gesekan antar pendukung paslon, termasuk antar pendukung caleg yang bisa menganggu jalannya penyelenggaran pemilu. “Anggota kita minta lebih  meningkatkan pengawasan, misalkan menemukan hal-hal mencurigakan di lapangan, segera melapor,” tegasnya. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia