Minggu, 19 May 2019
radarjombang
icon featured
Hukum

Malam Minggu Jualan Pil Koplo, Warga Megaluh Ditangkap di Mojoagung

18 Maret 2019, 10: 17: 46 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi; pil koplo

Ilustrasi; pil koplo (Google Image)

JOMBANG – Mohamad Nurkholik, 33, warga asal Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh diringkus jajaran Polsek Mojoagung. Aksinya mengedarkan pil koplo berhasil dibongkar polisi. Dirinya pun harus mendekam di sel tahanan.

”Terhadap pelaku MN sudah kita amankan,  berikut barang bukti pil kita sita. Masih kita dalami pemeriksaan,” terang Kapolsek Mojoagung Kompol Khoirudin. Penangkapan jaringan ini bemula informasi jaringan peredaran pil koplo di wilayah Mojoagung, khususnya saat libur pekan. ”Istilahnya malam Mingguan,” bebernya.

Sebagai tindaklanjut, polisi melakukan penyelidikan. Upaya petugas membuahkan hasil, tepatnya Sabtu (16/3) malam, petugas mendapat informasi transaksi pil koplo di sekitaran area SPBU Gambiran, Kecamatan Mojoagung.

Tak ingin kecolongan, sejumlah petugas sudah bersiaga di lokasi melakukan pengintaian. upaya petugas membuahkan hasil, tak lama muncul pria dengan gerak-gerik mencurigakan. Benar saja, tak lama dirinya mengeluarkan HP seperti menghubungi calon pembeli. ”Lalu muncul YL (saksi, Red),” bebernya. Setelah terlibat obrolan singkat, nampak pelaku merogoh sesuatu dari dalam tas dan memberikannya kepada saksi.

Yakin dengan buruannya tersebut, petugas yang sudah siaga langsung melakukan penyergapan. Saat digeledah, ditemukan dua paket pil koplo masing-masing berisi 9 butir dan 10 butir pil, termasuk 1 HP merek vivo turut disita petugas. Selanjutnya keduanya digelandang petugas ke Mapolsek Mojoagung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 196 UU RI nomor  36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Sebelumnya dua pengedar juga diamankan polisi. Dari penangkapan ini, polisi  mengamankan  60 butir pil koplo. Kedua pelaku, Ariadin Susesno, alias Nunung, 25, warga Dusun Jetak, Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno dan Ali Sunaryo, alias Poleng, 27, warga asal Dusun Nglerep, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek. ”Terhadap dua pelaku sudah kita amankan, kasusnya masih dalam pengembangan,” terang Kasatreskoba Polres Jombang AKP Muchammad Mukid.

Penangkapan pelaku bermula pengembangan kasus yang  diungkap sebelumnya. Hasil penelusuran, petugas berhasil mengendus identitas Ariadin Suseno alias Nunung yang diduga terlibat bisnis gelap peredaran pil koplo.

Upaya petugas membuahkan hasil, Jumat (15/3) malam, sekitar pukul 19.30, petugas mendapat informasi transaksi pil koplo melibatkan jaringan Nunung di wilayah Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno. Petugas pun berhasil melacak pelaku dan mengamankan. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan barang bukti 2 kemasan lintingan kertas grenjeng, masing-masing berisi 20 butir dan 10 butir pil koplo. Selain itu, polisi turut menyita uang tunai Rp 1,5 juta yang diduga hasil penjualan.

Berbeda dengan Ali Sunaryo alias Poleng. Pemuda asal Kecamatan Diwek  ini kepergok petugas saat mengedarkan pil koplo di area halaman parkir Indomart,  Desa Bakalanrayung, Kecamatan Kudu. Dari penangkapan ini, polisi menyita tiga paket pil koplo masing-masing berisi 10 butir pil koplo jenis dobel L. Selain itu, 1 HP  merek Evercoss  serta uang tunai Rp 20 ribu turut disita petugas. Atas perbuatannya, keduanya terancam dijerat pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia