alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Buntut Aksi Segel Kampus, Satu Mahasiswa Undar Jombang Terancam Pidana

15 Maret 2019, 08: 28: 27 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah mahasiswa Undar Jombang, yang kemudian berlanjut dengan aksi penyegelan kampus.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah mahasiswa Undar Jombang, yang kemudian berlanjut dengan aksi penyegelan kampus. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu menyebut penyelidikan yang dilakukan polisi telah mulai nampak hasilnya. Satu mahasiswa terancam dikenai pidana perbuatan tidak menyenangkan.

Menurut Azi, polisi hingga kemarin sudah memeriksa tujuh saksi yang semuanya dari pihak Undar. “Sudah ada tujuh orang yang diperiksa, unsurnya dari yayasan dan security kampus sementara ini, mahasiswa belum,” terangnya saat dihubungi (14/3).

Hasilnya, polisi mengaku telah mengantongi satu nama yang bisa dijerat dengan pasal pidana. Meski tak menyebut pasti nama, namun polisi menyebut bocoran tersangka ini adalah dari unsur mahasiswa.

“Ya pelakunya sudah, ada nama yang sudah dikantongi cuma tetap masih saya dalami ini. Masih satu nama sementara, kita masih mengumpulkan bahan bukti, unsurnya dari mahasiswa. Kaitannya dengan pidana pasal 335 KUHP (perbuatan tidak menyenangkan),” lanjutnya.

Ia juga menerangkan jika laporan yang dilakukan pihak yayasan sebelumnya memang berkaitan dengan perbuatan yang dilakukan mahasiswa saat demo di undar (11/3). Hingga kini, polisi menyebut masih terus berusaha mengumpulkan bukti dan keterangan.

Azi juga menyebut dalam waktu dekat, police line yang sebelumnya dipasang memang akan segera diambil. Meski proses penyelidikan akan terus berlanjut. “Ya, memang sudah ada surat ke kita, kita akan lepas nanti (police line). Tapi penyelidikan masih terus,” tambahnya.

Bahkan dalam waktu dekat, ia menyebut akan memanggil sejumlah saksi dari unsur mahasiswa guna penyelidikan lebih lanjut. “Kita akan panggil nanti mahasiswanya, cuma kapannya kita tunggu dari penyidiknya nanti,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP