Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Ganti Rugi Bangunan di Lahan PT KAI Diserahkan ke Dinas PU Bina Marga

14 Maret 2019, 15: 40: 34 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Bangunan yang berdiri di atas lahan milik PT KAI yang terdampak proyek jembatan baru Ploso.

Bangunan yang berdiri di atas lahan milik PT KAI yang terdampak proyek jembatan baru Ploso. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Pembebasan lahan sisi utara Sungai Brantas untuk Jembatan Baru Ploso  mulai menemui titik terang. Terutama lahan milik PT KAI yang selama ini disewa warga di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso. Untuk penggantian bangunan diserahkan ke Dinas PU Bina Marga Jatim.

Ixfan Hendri Wintoko, Manager Humas Daop 7 Madiun menerangkan, sudah ada pertemuan lanjutan terkait pembebasan itu. “Jadi tadi (kemarin, Red) sudah ada sosialisasi yang kedua, terkait aset dan bangunan yang ada di wilayah Ploso  terkena pembangunan jalan dan jembatan. Untuk bangunan di atas tanah PT KAI itu ada penggantian biaya bangunan,” kata Ixfan dikonfirmasi kemarin (13/3).

Penggantian itu lanjut dia, akan diserahkan ke Dinas PU Bina Marga Jawa Timur. “Dari dinas PU bersedia untuk melakukan penggantian, namun akan dilakukan penghitungan oleh tim appraisal,” imbuh dia.

Dijelaskan, appraisal untuk  bangunan  di atas tanah PT KAI yang terdampak proyek Jembatan Ploso Baru PT KAI  tidak memberikan dana penggantian. “Karena tidak ada ikatan kontrak dengan mereka semua,” ungkap dia. 

Meski demikian, Ixfan tak sebegitu hafal berapa penyewa yang memiliki bangunan di atas lahan itu. “Kalau detilnya belum tahu, kurang lebih ada sembilan penyewa,” sebut dia. 

Dia mengklaim, berdasarkan hasil pertemuan dengan warga dan PT KAI bersama Dinas PU Bina Marga Jatim, para penyewa tersebut sudah setuju. “Jadi untuk warga tadi di hadapan kami, sudah mengerti dan faham,” lanjut Ixfan.

Untuk tahapan selanjutnya masih menurut Ixfan pihak Dinas PU Bina Marga Jatim  akan melakukan pengukuran untuk appraisal bangunan itu. “Jadi setelah ini masih ada  tahapan selanjutnya, artinya tidak sampai di sini saja,” beber dia. 

Pihaknya kata dia, juga tak melakukan pembongkaran. Nantinya yang melakukan kegiatan itu dilakukan dinas PU. “Kami tidak melakukan pembongkaran, semua diserahkan ke dinas PU Jawa Timur. Karena kontraknya itu PT KAI dengan Dinas PU. Jadi itu sudah terikat kontrak,” pungkas dia. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia