Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Belum Kantongi Izin DLH, Pabrik Plastik di Kesamben Tetap Beroperasi

14 Maret 2019, 12: 05: 37 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pabrik plastik UD Mitra Plastik Sejahtera (MPS) di Desa/Kecamatan Kesamben yang tetap beroperasi.

Pabrik plastik UD Mitra Plastik Sejahtera (MPS) di Desa/Kecamatan Kesamben yang tetap beroperasi. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Pabrik plastik UD Mitra Plastik Sejahtera (MPS) di Desa/Kecamatan Kesamben tetap beroperasi. Menyusul habisnya masa uji coba instalasi pengolah air limbah (IPAL).

Padahal, sesuai dengan sanksi administrasi yang diberikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, harusnya pabrik ini harus berhenti sampai punya izin.

Seperti terpantau hingga Selasa (12/3) lalu, aktivitas pabrik masih jalan. Kondisi pintu depan pabrik ini  terlihat  tutup. Timbunan plastik yang dulunya nampak menggunung memang tak lagi  separah dulu dan sudah dilengkapi penutup.

Indikasi berlangsungnya produksi dapat dideteksi dengan bunyi mesin  pabrik yang masih terdengar menderu. “Kayaknya memang tidak berhenti sama sekali kok ini, sejak trial kemarin itu terus produksi, meski jamnya kadang-kadang berubah,” ucap B salah satu warga.

Pria yang enggan namanya dikorankan ini juga menjelaskan jika beberapa minggu lalu usai uji coba IPAL berhenti, operasional pabrik tetap dilakukan namun dilakukan pada malam hari.

“Malam masih berlangsung, jadi otomatis pembuangannya juga masih itu. Padahal dulu katanya ditutup, kok tidak taat begitu. Dan kesannya juga kayak dibiarkan saja, tidak ada penindakan, padahal kan melangar,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala DLH Jombang melalui Kabid Wasdal Gakkum Dwi Ariani menyebut belum menerima informasi perihal kembali beroperasinya pabrik itu meski statusnya masih dalam sanksi pemberhentian usaha.

“Harusnya memang belum beroperasi dia, kan trial diberikan sejak   10 - 28 Februari. setelah itu memang harusnya pabrik stop lagi. Kalau ini benar, ini informasi penting dan akan kami tindaklanjuti nanti,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang (13/3).

Pihaknya juga memastikan jika UD MPS hingga saat ini statusnya   masih dalam posisi harus berhenti beroperasi. Selain lantaran sanksi administrasi, proses Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) juga belum resmi diteken dan keluar hasilnya dari DLH Provinsi Jawa Timur.

“Tanpa izin itu, mereka tidak boleh membuang limbah maupun beroperasi. Kami pastikan akan ada teguran kepada mereka. Selain itu, untuk penindakan lebih lanjut, kami juga akan berkoordinasi dengan Satpol PP Jombang. Karena wewenang penindakan nanti di sana,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia