Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Yayasan Lapor Polisi, Kampus Undar Jombang Dipasang Poline Line

14 Maret 2019, 11: 37: 35 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sejumlah ruangan yang disegel mahasiswa, ditambahi police line (garis polisi)

Sejumlah ruangan yang disegel mahasiswa, ditambahi police line (garis polisi) (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Demo dan penyegelan kampus yang dilakukan puluhan mahasiswa Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang berbuntut. Kemarin, sejumlah ruangan yang disegel mahasiswa, ditambahi police line (garis polisi). Menyusul Yayasan Undar yang melapor ke Polres Jombang. 

Garis polisi terlihat di sisi timur. Seperti di kantor yayasan, kantor FKIP, fakultas pertanian, fakultas teknik, fakultas ekonomi hingga gedung pascasarjana.

Salah satu petugas keamanan kampus menyebut, pemasangan garis polisi ini dilakukan beberapa petugas dari Polres Jombang, dan dipasang sejak Rabu (13/3) siang. “Habis dhuhur tadi memasangnya, empat orang tadi petugas yang datang,” ucap Abdurrohim.

Pemasangan garis poplisi, disebutnya dilakukan polisi hampir di seluruh kantor-kantor fakultas yang dua hari sebelumnya disegel mahasiswa. “Ya semua fakultas, termausk gerbang sama kantor yayasan juga. Pokoknya yang kemarin disegel mahasiswa,” lanjutnya.

Kendati demikian, ia mengaku tak tahu pasti alasan penutupan itu. Hal ini lantaran tak ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak kampus. “Wah kalau untuk apanya saya tidak tahu, kita tadi tiba-tiba saja polisi datang, ya kita dampingi saja waktu pemasangan garis itu, tujuannya apa kurang tahu,” pungkasnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu membenarkan kegiatan itu. Menurutnya, pemasangan garis polisi itu dilakukan setelah pihak Yayasan Undar melaporkan aksi demo mahasiswa kepada Polres Jombang.

“Pihak Yayasan Undar yang melaporkan, kemarin itu melaporkannya, bahwa ada penyegelan di Undar itu. Setelah itu kita lakukan lidik dan memasang police line hari ini (kemarin, Red),” terangnya.

Hingga kemarin, pihaknya menyebut telah memeriksa tak kurang dari tiga orang dari perwakilan Yayasan sebagai saksi. Namun hingga kemarin, Azi belum mau membeber perihal laporan apa yang dilakukan Yayasan Undar dan hanya menyebut masih tahap penyelidikan. “Ada tiga orang yang kita periksa sebagai saksi semua dari yayasan, mahasiswa belum. Untuk kasusnya masih dalam penyelidikan kami,” singkatnya.

Sementara perwakilan Yayasan Undar, Sholikhin Ruslie yang ditemui di kampus menyebut pelaporan itu memang berkaitan dengan aksi demo, Senin (11/3). Demo itu dinilainya sangat merugikan banyak pihak hingga pihak yayasan menempuh jalur hukum.

“Persoalannya adalah ini adalah tindakan yang sangat merugikan banyak pihak, yang demo kan puluhan, dan ribuan mahasiswa lain menginginkan aktif. Minggu ini sebenarnya perkuliahan sudah mulai, ini jadi terhambat sehingga banyak yang dirugikan,” terangnya.

Kendati demikian, ia menyebut tindakan yang diambil yayasan ini tak melulu menyasar pendemo. Pihaknya berdalih laporan itu berdasarkan penilaian Yayasan Undar, jika demo kemarin ada unsur pidananya.

“Kita nggak melaporkan mahasiswa, laporannya terkait adanya tindak pidana, masalah nanti pelakunya siapa itu nanti polisi. Prosesnya berlanjut ke proses penyelidikan kepolisian, kita juga berharap ini berlanjut sampai ke pengadilan, karena pidananya jelas,” tutupnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia