Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Program Seragam Gratis, Pemkab Pasrahkan Ongkos Jahit ke Wali Murid

13 Maret 2019, 12: 32: 04 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi; bantuan seragam untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Jombang

Ilustrasi; bantuan seragam untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Jombang (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Pengadaan seragam gratis yang merupakan program utama Bupati Mundjidah Wahab dan Wabup Sumrambah terus dimatangkan. Salah satunya terkait pemberian seragam yang nanti terkait penjahitan seragam diserahkan ke wali murid. Ini dilakukan karena waktu yang dimiliki tidak cukup.

Ahmad Rofiq As’ari, Kabid Pembinaan SD Dikbud Jombang menjelaskan, terkait dengan ongkos jahit akan diserahkan ke masing masing orang tua siswa. ”Jadi untuk putih merah bagi SD, dan hijau putih bagi MI serta seragam pramuka akan diserahkan dalam bentuk kain. Nanti akan diserahkan ke orang tua masing masing untuk penjahitan seragamnya,” ujar dia kemarin.

Langkah tersebut diambil karena, waktu yang dimiliki Dinas Dikbud Jombang tidak banyak. Apalagi, untuk mengukur ukuran baju siswa hingga menjahit membutuhkan waktu lama. ”Karena kalau kita lakukan penjahitan sendiri justru waktunya tidak cukup, apalagi ukuran badan masing masing siswa beda-beda” jelas dia.

Namun demikian, kata Rofiq, khusus untuk seragam olahraga akan diberikan satu seragam langsung jadi. Jadi siswa tinggal memakai karena menggunakan bahan kain yang lebih fleksibel. ”Namun untuk olahraga kita berikan jadi. Dan ukurannya all size,” papar dia. 

Namun para siswa baru harus lebih bersabar, karena realisasi seragam olahraga akan diberikan setelah PPDB. Karena penyedia memerlukan waktu untuk mejahit jumlah seragam sesuai kebutuhan. ”Jadi kain seragam putih merah dan pramuka kita berikan usai PPDB, juga seragam olahraga,” pungkasnya. 

Kebijakan Dikbud membebankan ongkos jahit kepada wali murid mendapat tanggapan dari Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jombang M Syarif Hidayatulloh. Dia menyebut, pemerintah  harus mencarikan solusi. ”Kami berharap harus ada solusi,” ujar dia.

Dia menilai, jika dibebankan ke walimurid maka sama saja pengadaan seragam gratis tidak sepenuhnya meringankan beban orang tua. Apalagi, ongkos jahit juga lebih mahal dibandingkan membeli satu stel kain. ”Kalau yang diberikan kain, berarti bukan program seragam gratis. Namun program kain gratis. Ya harus dicarikan solusi agar realisasi program seragam gratis berjalan maksimal,” pungkasnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia