alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Seorang Tamu Penginapan Tebuireng Ditemukan Meninggal di Kamar

13 Maret 2019, 12: 22: 06 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Petugas saat melakukan evakuasi mayat di kamar penginapan.

Petugas saat melakukan evakuasi mayat di kamar penginapan. (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Seorang wanita ditemukan meninggal dunia di kamar penginapan di Dusun Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Selasa (12/3) pagi. Dari pemeriksaan polisi, wanita ini diduga tewas akibat penyakit yang dideritanya.

Adalah Hanita Amelia Trisna, 30, asal Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur ini diketahui meninggal di  tempat tidur. Dari keterangan polisi, kejadian ini diketahui suami korban sendiri saat bangun di pagi hari, dan korban masih dalam kondisi bertutupkan selimut.

“Saat itu yang mengetahui suami korban, korban bersama keluarganya menyewa dua kamar di penginapan itu. Satu kamar digunakan bersama suami dan dua anaknya, sementara satu kamar lagi digunakan untuk ibu dan saudara kandungnya,” terang Kapolsek Diwek AKP Bambang Setyo Budi.

Dari keterangan suami korban, Hanita dan keluarganya telah dua hari menyewa kamar di penginapan itu. Ia tengah menjalani pengobatan alternatif pada salah satu tabib di Desa Kayangan, Kecamatan Diwek. Hanita memang tengah menderita stroke, kedua kakinya lumpuh serta sering mengeluhkan pusing.

“Dari keterangan keluarga, korban sudah dua kali pengobatan, menginap selama dua hari pula. Selama pengobatan itu korban tidak diberi obat, hanya diberi doa saja. Dan paginya ditemukan sudah meninggal dunia itu,” lanjutnya.

Polsek diwek dibantu petugas Inafis dari Polres Jombang serta dokter yang kemudian datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP. Polisi juga memasang garis polisi di pintu masuk kamar korban dan mengevakuasinya ke rumah sakit.

Hasilnya, polisi menyebut tak menemukan tanda penganiayaan di tubuh korban. Terlebih dari pengakuan keluarganya, Hanita juga tidak sedang dalam pengaruh obat atau meminum obat farmasi sebelum kepergiannya.

“Hingga disimpulkan kematian korban memang murni karena sakit yang dideritanya. Keluarga juga meminta jenazah tidak diotopsi dan langsung diterbangkan menuju Jambi, rumah asli suami korban,” pungkas Bambang. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP